This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 09 Januari 2015

Terkini Wisata Religi Di Jepara



Makam Mbah Roboyo
Asal permintaan nama Robayan berasal dari sebuah kata yaitu Roboyo, terus bermetamorfosis Roboyonan (Daerah Sekitar Kediaman Mbah Roboyo) yang kemudian menjadi Robayan, Sumber kata Roboyo berasal dari sebuah nama seorang tokoh pendiri desa Robayan, yaitu Mbah Roboyo. Makam mbah Roboyo terdapat di Jl. Mangga V Robayan, depan Masjid Jami’ Baiturrohman 1 di Jalan Raya Gotri-Welahan Km. 1, tepatnya di desa Robayan Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara

Makam Datuk Gunardi
Mbah Datuk Gunardi atau Mbah Datuk Singorojo dikenal sebagai seorang tokoh wali yang tiba dari Bali. Mbah Datuk Gunardi yaitu tokoh spiritual yang dikeramatkan di desa Singorojo kecamatan Mayong kabupaten Jepara. Bagi warga sekitar makam Mbah Datuk ini disakralkan dan sering dijadikan tempat ritual, tirakatan atau dalam istilah jawa dikatakan Nepi.
Selain dikeramatkan di tempat ini ada juga daerah-daerah lain yang mengeramatkan diantaranya tempat-tempat yang pernah disinggahinya

Makam Habib Ali
Berada di desa Pelemkerep kecamatan Mayong kabupaten Jepara

Makam Syeh Abu Bakar bin Yahya
Berada di Pulau Panjang kabupaten Jepara

Makam Ronggo Kusumo
Berada di desa Manyargading kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara

Mbah Datuk Subuh dan Mbah Nerang
Berada di desa Sidigede kecamatan Welahan kabupaten Jepara
Makam Mbah Datuk Subuh berada di desa sidigede sebelah barat, sedangkan makam Mbah Nerang terdapat di desa sidigede sebelah timur

Makam Habib Syekh Jafar Sodiq Al Idrus (Yek Nde) dan KH Noor Ahmad SS
Berada di Jl Goa Kencana Desa Kriyan kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara.

Makam Assayyid Thoyyib Thohir dan Syaikh Syamsuri
Di Penagon, Nalumsari, Jepara

Makam Pangeran Syarif dan Mbah Jenggolo
Berada di kelurahan Saripan kecamatan Jepara kabupaten Jepara

Makam Sunan Hadirin dan Ratu Kalinyamat serta Raden Abdul Jalil (Sunan Jepara)
Berada di desa Mantingan kecamatan Tahunan kabupaten Jepara. Tepatnya di sebelah Masjid Mantingan. Dalam komplek makam ini juga terdapat makam Raden Abdul Jalil (Sunan Jepara), yaitu tepatnya di sebelah barat makan Sultan Hadirin

Citrosomo
Makam Para Adipati/Bupati yang pernah memimpin Jepara. Dalam komplek makam Citrosomo juga terdapat makam keluarga besar R.A Kartini dan makam Habib Muhammad bin Abdurrahman Assegaf. Berada di Desa Sendang Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara. Tepatnya di belakang masjid Sendang.

Makam Syeh Siti Jenar
Berada di desa Kelet kecamatan Keling kabupaten Jepara
Siti Jenar diakui ada makamnya di banyak tempat. Di Klaten, Tuban, Kedung Ombo, Jepara.
Dimana tempat yang paling sempurna mengenai keberadaan makamnya, belum ada yang sanggup menjelaskan secara pasti, tergantung dari eksklusif masing-masing peziarah untuk menilainya.

Makam Mbah Maulana Mangun Sejati
Berada di desa Bugel (belakang Masjid Bugel) Kecamatan Kedung Jepara.

Makam Ki Gede
Berada di pinggir kiri jalan Raya Bangsri-Kembang (dari arah Jepara sehabis melewati Pasar Bangsri)

Makam Kyai Ahmad Fauzan dan Kyai Amin Sholeh
Berada di Kecamatan Bangsri Jepara. Dari Jepara ada perempatan (bangjo) Bangsri ke kiri.

Makam Syeh Amir Hasan (Sunan Nyamplungan)
Berada di Kepulauan Karimunjawa kabupaten Jepara

Makam Mbah Sunan Pakis aji ( Habib Abdurrahman Al Idrus)
Berada di desa Potroyudan Kecamatan Jepara kabupaten Jepara

Makam Syekh Habib Hasan bin Ibrahim Al Hasni
Berada di desa Kuwasen kecamatan Jepara kabupaten Jepara. Dekat dengan TPA (Tempat Pembuangan Sampah Akhir ) Jepara. Lebih akrab jikalau dari arah Jepara lewat jalan dari Stadion Gelora Bumi Kartini ke arah Bandengan. Ada plang tertulis TPA/ Makam Syekh Habib Hasan Bin Ibrahim Al Hasni.

Makam Kyai Nawawi dan Kyai Ibnu Sahil Nawawi (Mbah Sahil)
Berada di Desa Sinanggul Kecamatan Mlonggo Jepara. Masuk ke Pertigaan Puskesmas Mlonggo.

Makam Sayyid Ahmad Ali Kosim
Berada di Desa Sinanggul Kecamatan Mlonggo Jepara. Dari Jepara ada perempatan (perempatan yang akrab dengan garasi bus Gembira Ria) kemudian ke kiri.

Makam Mbah Sabilan Abdur Rahman
Berada di Kelurahan Demaan Jepara. Dekat dengan SD Demaan.

Makam Mbah Datuk Kramat
Berada di akrab Pasar Apung Kelurahan Demaan Jepara.

Makam Ratu Bagus
Berada Di Kelurahan Karang Kebagusan Jepara

Makam Habib Syeh Abdul Qodir Maulana
Berada Di dukuh Ronggowangi Kelurahan Pengkol Jepara

Makam Mbah Shobib
Berada Di desa Menganti Kedung Jepara

Sebenarnya masih banyak lagi Wisata Religi di Kota Jepara, silahkan ditambah ……
Wisata Belanja di Jepara KLIK DI SINI
 

Terkini Wisata Belanja Di Jepara



Pusat Tenun Ikat Troso
Wisata Jepara di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kudus.Di tengah semakin beragamnya produksi tekstil oleh industri modern dengan aneka bahan, kain yang dibentuk secara hand made ternyata masih laris hingga hari ini. Tentu ada nilai lebih hingga mengakibatkan tenun masih terus dicari para penggemarnya.
Di Kabupaten Jepara terdapat sentra industri kerajinan tenun ikat yang namanya mengambil nama desa tempat pusat ini berada. Namanya tenun troso. Disebut troso alasannya ialah pengrajinnya membuka bisnis di Desa Troso. Sudah puluhan tahun industri kerajinan ini beroperasi, dengan mengalami masa pasang-surut lazimnya sebuah entitas bisnis.
Pada kurun 1980-an, rocker (almarhum) Gito Rollies menyelipkan kata lurik pada lirik lagu. Penyelipan kata lurik, yang menjadi salah satu model tenun buatan pengrajin Troso, menerangkan keterkenalan tenun ikat ini kala itu. Di kalan itu memang ada kewajiban PNS di Jawa Tengah mengenakan pakaian motif lurik.

Pusat Kerajinan Monel
Wisata Pusat Kerajinan Monel ini terletak di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan. Desa ini ialah sebagai pusat kerajinan monel/baja putih terbesar di Jawa Tengah. Masyarakat desa ini lebih banyak didominasi mata pencahariannya ialah sebagai pengrajin dan pedagang monel, walaupun sebagian kecil ada yang bermata pencarian yang lain.
Kerajinan monel/baja putih ialah bentuk suplemen yang sangat indah, mulai dari bentuk cincin, kalung, gelang atau bentuk dan model yang lain dengan harga yang cukup terjangkau, sehingga layak untuk dijadikan oleh-oleh atau oleh-oleh dari kota ukir nan indah.
Selain monelnya desa Kriyan juga populer dengan olahan ikan asapnya, yang biasa di jual hingga ke luar kota Jepara . Salah satu masakan khas desa kriyan ialah “mangut” yang populer lezat di wilayah Semarang dan sekitarnya. Sayur mangut ialah bentuk masakan yang materi dasarnya ialah ikan asap atau biasa dikenal dengan ikan panggang. Pas banget untuk dicoba sehabis lelah jalan-jalan menelusuri pantai-pantai nan indah di Jepara.

Pasar Apung
Pasar Apung di Kelurahan Demaan, Kecamatan Jepara, tidak menyediakan banyak sekali ikan hasil tangkapan nelayan. Bangunan pasar yang berlokasi di kawasan bantaran muara Sungai Demaan, 50 meter ke arah barat Tamami Jaya tersebut, hanya menjual kebutuhan masyarakat sehari-hari, nelayan tidak menjual hasil tangkapan pribadi ke pasar. Nelayan menjual banyak sekali jenis ikan hasil tangkapan ke TPI. Hal itu sesuai peraturan yang diterapkan pemkab setempat. Saat pagi hari, daerah tersebut dipadati pedagang  yang menjajakan bermacam-macam kebutuhan nelayan yang bersandar, lalu siang biasanya dimanfaatkan untuk tempat istirahat. Ketika sore menjelang, suasana semakin ramai, alasannya ialah tidak sedikit warga dan wisatawan bersantai sambil menyaksikan matahari terbenam, seeta malam hingga dinihari banyak orang memancing ikan

Pasar Karangrandu (Pasar Jajanan khas Jepara)
Pasar Sore Desa Karangrandu kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara yang berlokasi di Jalan Raya Pecangaan-Kedung ketika ini menjadi pusat masakan atau jajanan tradisional ala Jepara. Menjelang sholat asar lapak-lapak yang sepi itu mulai ramai dengan datangnya para penjual jajanan khas Jepara untuk kuliner ada gethuk lindri, horog-horog,gethuk kicak, hoyog-hoyog , klepon ketan, bubur, gemblong, klenyem dan masih banyak yang lainnya. Untuk lauk pauk dan sayuran ada pecel kangkung , pecel rumpul laut, bothok petet, pepes ikan, sate keong dan banyak sekali macam gorengan lainnya. Untuk minumannya ada es cendol, es gempol pleret , es kacang ijo , es ketan ireng dan masih banyak lagi pilihan lainnya. Karena komplitnya kuliner khas jepara inilah mengakibatkan pasar sore desa Karangrandu ini menjadi salah satu daerah tujuan untuk JJS ( Jalan-jalan sore ) warga kecamatan Pecangaan dan sekitarnya

Pasar Ngabul (Pasar Durian)
Ciri khas Pasar Duren Ngabul ialah buah durian jenis petruk. Durian Petruk, yang juga menjadi tumbuhan khas Kabupaten Jepara, memiliki tempat tersendiri di hati penggemarnya. Menurut tuturan para penikmat durian. Durian Petruk memiliki rasa yang cukup unik, selain daging buah yang tebal, rasa bagus yang pas dicampur rasa kepahit-pahitan menjadi ciri khas Durian Petruk sehingga sanggup menempel di benak penikmatnya. Durian Petruk banyak dicari oleh para penggemarnya, bahkan banyak penikmat dari luar kota secara khusus tiba ke Jepara untuk menikmati durian tersebut.
Untuk menjangkau Pasar Duren Ngabul sendiri pun tidaklah sulit. Berada di jalur utama Kota Jepara, hanya sekitar 8 km dari pusat kota. Atau jika dari arah Semarang berada di kiri jalan, sebelum Bundaran Ngabul, pasar yang bercirikan Tugu Durian. Bagi para pecinta buah durian, isu terkini duren ialah waktu yang sempurna untuk memanjakan lidah.

Saudara Swalayan
Saudara Swalayan atau lebih dikenal dengan nama "Sodara" ialah pusat perbelanjaan yang di berdiri di dua tempat yaitu di desa Ngabul kec.Tahunan dan di kel. Jobokuto Jepara kota. Pusat perbelanjaan ini ialah salah satu pusat perbelanjaan termodern di Kabupaten Jepara
Saudara Swalayan 1: Jl. Veteran 14 Jepara 59417 Kelurahan Jobokuto Jepara kota.
Saudara Swalayan 2: Jl. Ngabul-Tahunan Desa Ngabul (Depan POM Bensin Ngabul)

Jepara Trade and Tourism Center (JTTC)
Jepara Trade and Tourism Center (disebut juga JTTC) ialah pusat perbelanjaan utama di Jepara. Mal ini didirikan oleh Pemerintah Kabupaten Jepara pada tahun 2003. Pada tahun 2008, JTTC  berkonsep arts mall dengan nama JTTC Arts Mall. Mal ini terdiri dari 2 lantai dengan penyewa-penyewa ialah orisinil warga dari Jepara, yang menjual dan menunjukkan produk-produk orisinil Jepara baik berupa kuliner oleh-oleh khas Jepara, mebel, Tenun ikat Troso, batik Jepara, paket wisata, dll.
Jepara Trade and Tourism Center terdapat di Jalan Raya Jepara-Kudus KM 11,5 desa Rengging, kecamatan Pecangaan, kabupaten Jepara.

Shopping Centre Jepara (SCJ)
Shopping Center Jepara merupakan rintisan dari pasar sore Karetan Jaya, letaknya sebelah utara Alun-alun, sempurna di belakang Museum Kartini. Bangunannya terdiri dari 2 lantai yang tampak megah dari pada bangunan di sekitarnya. Intinya tempat ini ialah pusatnya perdagangan dan perbelanjaan di Jepara. Bagi pecinta seafood sanggup berjalan ke sebuah pelataran di sebelah barat SCJ. Yang unik dari daerah masakan ini ialah Tenda putih besar yang ujungnya menjulang tinggi di atas pelataran yang berada ditengah-tengah jalan raya. Tenda ini berfungsi sebagai peneduh, pedagang masakan berjualan dipinggir tenda sedangkan ditengah-tengahnya dibentuk area lesehan untuk penikmat kuliner, kesudahannya sederhana tapi menarik.
Seafood yang paling populer ialah olahan kerang rebus berbumbu khas Jepara
Jajanan-jajanan lain khas Jepara menyerupai Pindang Serani, Soto Jepara, Soto Bumbu, Sop Udang, Sop Pangsit Jepara, Opor Panggang, Bongko Mento, Singit, Semur Jepara, Lontong Krubyuk, Sate, Adon-Adon Coro, Es Gempol Pleret, ice cream, kopi, susu, es dawet, aneka jajan pasar dan masih banyak lagi

Sebenarnya masih banyak lagi Wisata Belanja di Kota Jepara, maaf jika hanya sebagian yang dimuat, silahkan ditambah ……
Wisata Alam di Jepara KLIK DI SINI
 

Sabtu, 03 Januari 2015

Terkini Siapa Saja Pengguna Bahasa Jawa



Bahasa Jawa, bahasa yang dipakai suku jawa banyak dipakai oleh masyarakat di sebagian besar pulau Jawa. Bahasa jawa banyak dipakai di Indonesia dan beberapa negara lainya. Bahkan raksasa Internet Google, sudah memasukan Bahasa Jawa dalam mesin pencari dan Google terjemahan.
Berikut ini yakni 6 Negara yang sebagian penduduk nya memakai Bahasa Jawa.

Suriname
Negara Suriname, pada zaman dahulu berjulukan Guiana Belanda yakni negara bekas jajahan Belanda yang terletak di Amerika Selatan.
Suriname berbatasan dengan Guyana Perancis di timur dan Guyana di barat. Di selatan berbatasan dengan Brasil dan   Samudra Atlantik di utara. Sekitar 75.000 orang Jawa tinggal di Suriname. Mereka  dibawa ke sana dari Hindia-Belanda antara tahun 1890-1939. Keberadaan suku Jawa di Suriname diyakini sudah ada semenjak tamat kala ke-19, yang angkatan pertamanya dibawa oleh kolonis Belanda dari Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, banyak orang Jawa di Suriname kembali ke Tanah Air, tapi tidak sedikit pula yang menentukan tetap di sana.
Kemudian, pada tahun 1975 ketika Suriname merdeka dari Belanda, orang-orang yang termasuk orang Jawa diberi pilihan, tetap di Suriname atau ikut pindah ke Belanda. Banyak orang Jawa hasilnya pindah ke Belanda, dan lainnya tetap di Suriname, namun hingga kini bahasa Jawa tidak pernah hilang. Terdapat keunikan dari orang Jawa Suriname ini. Mereka dihentikan menikah dengan anak cucu orang sekapal atau satu kerabat. Orang sekapal yang dibawa ke Suriname sudah dianggap menyerupai saudara sendiri dan anak cucunya dihentikan saling menikah.
Suriname merupakan salah satu anggota Organisasi Konferensi Islam.

Singapura
Sejumlah orang Jawa yang berasal dari Jawa Tengah didatangkan ke Singapura semenjak 1825. Mereka dipekerjakan sebagai buruh di perkebunan karet, jalur kereta api dan konstruksi jalan raya.
Kampong Jawa, di tepi sungai Rochor, menjadi tempat pemukiman pertama bagi orang Jawa di Singapura. Selain Kampong Jawa ada juga Kallang Airport Estate dikenal sebagai tempat pemukiman orang Jawa. Di Kallang, mereka hidup berdampingan dengan orang Melayu dan Cina.

Malaysia
Di Tanah Melayu, awal mula leluhur masyarakat Jawa tiba sekitar tamat tahun 1880 hingga 1830-an. Pada masa tamat kala ke-19 dan awal kala ke-20 itu, migrasi orang-orang Nusantara ke Tanah Melayu (Malaya atau Semenanjung Malaysia) terjadi secara besar-besaran. Berbagai suku bangsa, menyerupai Banjar, Bugis, orang Sumatera menyerupai Minangkabau, Aceh, Mandailing, Palembang Jambi, dan termasuk juga Jawa, berlayar ke Tanah Melayu untuk mencari peluang ekonomi yang sekiranya masih terbuka luas pada masa itu.
Pergolakan ekonomi akhir koloni Belanda ketika itulah yang mendorong mereka bermigrasi mencari penghidupan baru. Orang Jawa tercatat yang paling banyak tiba ke Tanah Melayu. Umumnya mereka bekerja sebagai pekerja garang atau buruh perkebunan milik negeri asing. Pada perkembangan sejarahnya, mereka lalu diterima menjadi warga negaraMalaysia.
Dan ketika ini, masyarakat Jawa di Malaysia termasuk generasi ketiga dan keempat. Keberadaan komunitas Jawa di Malaysia paling banyak terdapat di daerah Johor, Selangor terutama di daerah Tanjung Karang, Sabak Bernam, Kuala Selangor, Kelang, Banting, dan Sepang, serta di daerah Perak. Beberapa unsur budaya Jawa pun masih mereka pegang meskipun tidak total.
Mereka masih mencoba mengekalkan tata cara yang diwarisi para leluhur, tapi dalam bentuk yang sedikit beda kerena pembauran dengan masyarakat setempat. Seperti dalam berbahasa, mereka masih bertutur bahasa Jawa. Unggah-ungguh dan tata eksekusi alam Jawa pun tetap mereka pegang. Begitu juga beberapa kesenian, meskipun tak sehalus di Jawa. Walaupun masih memakai sebagian adab dan kebudayaan Jawa, mereka sudah dianggap Melayu pribumi yang sah sesuai undang-undang Malaysia, tapi generasi kini sebagian besar sudah lupa leluhurnya, bahkan sebagian besar aib mengakui keturunan jawa.

Belanda
Saat Belanda menjajah Indonesia belanda mengirim orang Jawa sebagai budak ke Belanda. Di Belanda ternyata banyak pakar Bahasa Jawa.
Sebagai buktinya yakni di Universiteit Leiden tersimpan manuskrip-manuskrip Jawa kuno yang masih terawat rapi. Di samping itu, banyak sekali naskah sastra Jawa kontemporer pun sanggup ditemukan di sana. Tentunya tak sekadar disimpan, tapi banyak sekali naskah itu juga dipelajari, didiskusikan, dan diapresiasi oleh para mahasiswanya yang jumlahnya mencapai ribuan.
Universiteit Leiden, universitas tertua di Belanda yang didirikan 1575 merupakan salah satu gudangnya. Universitas yang didirikan Pangeran Willem van Oranje merupakan tempat dari sekitar 17 ribu mahasiswa menimba ilmu. Di sana kita sanggup melihat naskah-naskah kuno berhuruf Jawa atau sastra Jawa kontemporer yang masih terawat.

Kaledonia Baru
Kaledonia Baru (bahasa Perancis: Nouvelle-Caldonie) yakni sebuah negeri seberang maritim milik Perancis yang  terletak di Samudra Pasifik bab selatan. Negara ini juga dinamai Kanaki yang berasal dari nama penduduk orisinil kepulauan itu. Negara kepulauan yang berpenduduk 237.765 jiwa pada 1 September 2006, ini telah dikuasai Perancis selain Polinesia Perancis. Status ini dikenakan hingga 1998. Namanya berasal dari bahasa Latin Skotlandia. Ibu kotanya ialah Noumea.
Pada kala 19, kepulauan yang terletak di timur Australia, selatan Vanuatu, barat Fiji, dan utara Selandia Baru itu menjadi wilayah penghasil nikel dan krom pertama di dunia. Hal itu mengharuskan Prancis mengimpor pekerja ke negeri koloninya itu. Selain di pertambangan, mereka juga bekerja di perkebunan kopi dan sebagian lagi sebagai pembantu rumah tangga. Menurut riset yang dilakukan Dr Jean Luc Maurer dari Universitas Jenewa (http://jurnalrepublik. blogspot.com), tercatat sekitar 20 ribu orang keturunan Indonesia yang bermigrasi ke Kaledonia Baru. Sebagian terbesar dari mereka berasal dari pulau Jawa.
Maka sanggup dikatakan dahulu orang Jawa di Kaledonia Baru menjadi kuli kontrak. Perpindahan orang Jawa di Kaledonia juga sama dengan orang Jawa Suriname, namun kepindahan orang Jawa di Pasifik telah terhenti semenjak 1949.
Orang Jawa di Kaledonia Baru tetap memakai bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari, namun kini generasi mudanya sudah tak sanggup berbahasa Jawa, hanya sanggup berbahasa Perancis saja.

Indonesia
Sudah tentu bahasa jawa banyak dipakai oleh masyarakat di sebagian besar pulau Jawa. Penyebaran pengunaan Bahasa Jawa mencakup Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Barat daerah pantai utara mencakup Cirebon, Indramayu, Subang, Kerawang, Banten mencakup Cilegon, Kabupaten Tangerang, kabupaten Serang dan kota Serang. Bahkan di pelosok-pelosok tanah air Indonesia banyak kita jumpai pengguna bahasa jawa di pedalaman pulau Kalimantan, Sumatera, Sulawesi maupun Papua

Terkait punahnya sebagian Bahasa Daerah di Nusantara KLIK DI SINI 

Sumber Artikel:
Banyumilijawainternasional.net
Wikipedia.org
Kabaremagazine.com
Suaramerdeka.com