This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 29 Januari 2018

Sangat Viral Komentar Pahlawan Tama Soal Gol Indah Pahabol

 Gol indah Yohanes Ferinando Pahabol menjadi penentu kemenangan Persebaya Surabaya atas Ma Sangat Viral Komentar Satria Tama Soal Gol Indah Pahabol

Gol indah Yohanes Ferinando Pahabol menjadi penentu kemenangan Persebaya Surabaya atas Madura United. Kiper Laskar Sape Kerrap, Satria Tama, memberi komentar.

Persebaya memetik kemenangan 1-0 atas Madura United di laga terakhir Grup C Piala Presiden 2018. Gol kemenangan itu dibukukan oleh Pahabol pada menit ke-30. Tendangan Pahabol dari sisi kiri pertahanan Persebaya melesat ke gawang tanpa dapat dijangkau oleh Satria Tama.

Pada gol itu, Pahabol menyerupai akan mengumpan bukan melaksanakan tendangan eksklusif ke gawang. Oleh alasannya itu, Satria Tama pun tak dapat membaca arah bola.

"Saat sempat membaca tendangan Pahabol, tadi tendangan crossing-nya datang melengkung ke gawang dan jauh dari jangkauan saya," kata kiper timnas Indonesia U-23 itu seusai pertandingan.

Dengan kekalahan ini, Madura United harus puas finis di posisi kedua Grup C. Mereka masih harus menunggu hasil final di grup-grup lain, untuk memastikan diri lolos ke babak delapan besar dengan status runner-up terbaik.

Sangat Viral Komentar Pahlawan Tama Soal Gol Indah Pahabol

 Gol indah Yohanes Ferinando Pahabol menjadi penentu kemenangan Persebaya Surabaya atas Ma Sangat Viral Komentar Satria Tama Soal Gol Indah Pahabol

Gol indah Yohanes Ferinando Pahabol menjadi penentu kemenangan Persebaya Surabaya atas Madura United. Kiper Laskar Sape Kerrap, Satria Tama, memberi komentar.

Persebaya memetik kemenangan 1-0 atas Madura United di laga terakhir Grup C Piala Presiden 2018. Gol kemenangan itu dibukukan oleh Pahabol pada menit ke-30. Tendangan Pahabol dari sisi kiri pertahanan Persebaya melesat ke gawang tanpa dapat dijangkau oleh Satria Tama.

Pada gol itu, Pahabol menyerupai akan mengumpan bukan melaksanakan tendangan eksklusif ke gawang. Oleh alasannya itu, Satria Tama pun tak dapat membaca arah bola.

"Saat sempat membaca tendangan Pahabol, tadi tendangan crossing-nya datang melengkung ke gawang dan jauh dari jangkauan saya," kata kiper timnas Indonesia U-23 itu seusai pertandingan.

Dengan kekalahan ini, Madura United harus puas finis di posisi kedua Grup C. Mereka masih harus menunggu hasil final di grup-grup lain, untuk memastikan diri lolos ke babak delapan besar dengan status runner-up terbaik.

Sangat Viral Komentar Pahlawan Tama Soal Gol Indah Pahabol

 Gol indah Yohanes Ferinando Pahabol menjadi penentu kemenangan Persebaya Surabaya atas Ma Sangat Viral Komentar Satria Tama Soal Gol Indah Pahabol

Gol indah Yohanes Ferinando Pahabol menjadi penentu kemenangan Persebaya Surabaya atas Madura United. Kiper Laskar Sape Kerrap, Satria Tama, memberi komentar.

Persebaya memetik kemenangan 1-0 atas Madura United di laga terakhir Grup C Piala Presiden 2018. Gol kemenangan itu dibukukan oleh Pahabol pada menit ke-30. Tendangan Pahabol dari sisi kiri pertahanan Persebaya melesat ke gawang tanpa dapat dijangkau oleh Satria Tama.

Pada gol itu, Pahabol menyerupai akan mengumpan bukan melaksanakan tendangan eksklusif ke gawang. Oleh alasannya itu, Satria Tama pun tak dapat membaca arah bola.

"Saat sempat membaca tendangan Pahabol, tadi tendangan crossing-nya datang melengkung ke gawang dan jauh dari jangkauan saya," kata kiper timnas Indonesia U-23 itu seusai pertandingan.

Dengan kekalahan ini, Madura United harus puas finis di posisi kedua Grup C. Mereka masih harus menunggu hasil final di grup-grup lain, untuk memastikan diri lolos ke babak delapan besar dengan status runner-up terbaik.

Sangat Viral Pssi: Awan Setho Lewati Kurun Kritis

 Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia  Sangat Viral  PSSI: Awan Setho Lewati Masa Kritis

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan penjaga gawang tim nasional U-23 dan Bhayangkara FC Awan Setho Raharjo, yang berbenturan keras dengan pemain FC Tokyo ketika berlaga pada Sabtu (27/1), telah melewati masa kritis. "Kini pemain asal Semarang ini dirawat di RS Mintoharjo untuk menjalani proses pemulihan," tulis PSSI dalam laman media sosialnya, dikutip di Jakarta, Ahad (28/1) dini hari.

Awan Setho terkapar di lapangan sehabis berbenturan keras dengan penyerang FC Tokyo Diego Oliveira ketika maju menyergap bola di babak kedua, sekitar menit ke-55, dalam tabrak persahabatan bertajuk "J-League Asia Challenge 2018" di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (27/1). Penjaga gawang berusia 20 tahun itu sempat mendapat perawatan pertama dari tim medis di lapangan selama 10 menit sebelum dilarikan ke rumah sakit dengan memakai ambulans.

Penjaga gawang Tim Nasional U-23, Awan Setho Raharjo, telah melewati masa kritis. Awan mengalami benturan keras ketika berusaha mengamankan bola pada tabrak Bhayangkara FC kontra FC Tokyo di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (27/1).#PSSI #AwanKuat

PSSI menyebut, sesampainya di rumah sakit, Awan Setho pribadi menjalani pemeriksaan. Kepala dan lehernya dirontgen, lalu kepalanya dipindai dengan CT Scan serta MRI. Dokter tim Bhayangkara FC Alfan menuturkan terus berkonsultasi dengan dokter bedah syaraf mengenai hasil investigasi Awan Setho.

Setelah itu gres akan diketahui berapa usang Awan menjalani masa pemulihan. "Mari kita semua berdoa biar Awan diberi kekuatan dan kesembuhan," tulis PSSI.

Sebelumnya dalam konferensi pers usai tabrak Bhayangkara FC versus FC Tokyo, instruktur Bhayangkara Simon McMenemy mengungkapkan dirinya yakin Awan Setho dalam kondisi baik. Simon menyebut Awan merupakan kiper yang cantik dan tak pernah takut ketika harus berhadapan dengan pemain lawan.

Sementara instruktur FC Tokyo Kenta Hasegawa juga prihatin dengan kondisi yang menimpa Awan Setho dan secara resmi meminta maaf atas nama pemainnya dalam konferensi pers. Adapun di pertandingan persahabatan yang dilangsungkan untuk memperingati 60 tahun kekerabatan bilateral Indonesia dan Jepang tersebut, juara Liga 1 Indonesia Bhayangkara FC takluk 2-4 dari FC Tokyo.

Gol dari Bhayangkara FC dicetak oleh David Aparecido Da Silva (penalti di menit ke-54') dan Marinus Wanewar (menit ke-69). Sementara gol FC Tokyo dicetak oleh Masato Morishige (menit ketiga), Takefusa Kubo (menit ke-74, 90+10') dan Ryoichi Maeda (menit ke-84).

Sangat Viral Pssi: Awan Setho Lewati Kurun Kritis

 Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia  Sangat Viral  PSSI: Awan Setho Lewati Masa Kritis

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan penjaga gawang tim nasional U-23 dan Bhayangkara FC Awan Setho Raharjo, yang berbenturan keras dengan pemain FC Tokyo ketika berlaga pada Sabtu (27/1), telah melewati masa kritis. "Kini pemain asal Semarang ini dirawat di RS Mintoharjo untuk menjalani proses pemulihan," tulis PSSI dalam laman media sosialnya, dikutip di Jakarta, Ahad (28/1) dini hari.

Awan Setho terkapar di lapangan sehabis berbenturan keras dengan penyerang FC Tokyo Diego Oliveira ketika maju menyergap bola di babak kedua, sekitar menit ke-55, dalam tabrak persahabatan bertajuk "J-League Asia Challenge 2018" di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (27/1). Penjaga gawang berusia 20 tahun itu sempat mendapat perawatan pertama dari tim medis di lapangan selama 10 menit sebelum dilarikan ke rumah sakit dengan memakai ambulans.

Penjaga gawang Tim Nasional U-23, Awan Setho Raharjo, telah melewati masa kritis. Awan mengalami benturan keras ketika berusaha mengamankan bola pada tabrak Bhayangkara FC kontra FC Tokyo di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (27/1).#PSSI #AwanKuat

PSSI menyebut, sesampainya di rumah sakit, Awan Setho pribadi menjalani pemeriksaan. Kepala dan lehernya dirontgen, lalu kepalanya dipindai dengan CT Scan serta MRI. Dokter tim Bhayangkara FC Alfan menuturkan terus berkonsultasi dengan dokter bedah syaraf mengenai hasil investigasi Awan Setho.

Setelah itu gres akan diketahui berapa usang Awan menjalani masa pemulihan. "Mari kita semua berdoa biar Awan diberi kekuatan dan kesembuhan," tulis PSSI.

Sebelumnya dalam konferensi pers usai tabrak Bhayangkara FC versus FC Tokyo, instruktur Bhayangkara Simon McMenemy mengungkapkan dirinya yakin Awan Setho dalam kondisi baik. Simon menyebut Awan merupakan kiper yang cantik dan tak pernah takut ketika harus berhadapan dengan pemain lawan.

Sementara instruktur FC Tokyo Kenta Hasegawa juga prihatin dengan kondisi yang menimpa Awan Setho dan secara resmi meminta maaf atas nama pemainnya dalam konferensi pers. Adapun di pertandingan persahabatan yang dilangsungkan untuk memperingati 60 tahun kekerabatan bilateral Indonesia dan Jepang tersebut, juara Liga 1 Indonesia Bhayangkara FC takluk 2-4 dari FC Tokyo.

Gol dari Bhayangkara FC dicetak oleh David Aparecido Da Silva (penalti di menit ke-54') dan Marinus Wanewar (menit ke-69). Sementara gol FC Tokyo dicetak oleh Masato Morishige (menit ketiga), Takefusa Kubo (menit ke-74, 90+10') dan Ryoichi Maeda (menit ke-84).

Sangat Viral Pssi: Awan Setho Lewati Kurun Kritis

 Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia  Sangat Viral  PSSI: Awan Setho Lewati Masa Kritis

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan penjaga gawang tim nasional U-23 dan Bhayangkara FC Awan Setho Raharjo, yang berbenturan keras dengan pemain FC Tokyo ketika berlaga pada Sabtu (27/1), telah melewati masa kritis. "Kini pemain asal Semarang ini dirawat di RS Mintoharjo untuk menjalani proses pemulihan," tulis PSSI dalam laman media sosialnya, dikutip di Jakarta, Ahad (28/1) dini hari.

Awan Setho terkapar di lapangan sehabis berbenturan keras dengan penyerang FC Tokyo Diego Oliveira ketika maju menyergap bola di babak kedua, sekitar menit ke-55, dalam tabrak persahabatan bertajuk "J-League Asia Challenge 2018" di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (27/1). Penjaga gawang berusia 20 tahun itu sempat mendapat perawatan pertama dari tim medis di lapangan selama 10 menit sebelum dilarikan ke rumah sakit dengan memakai ambulans.

Penjaga gawang Tim Nasional U-23, Awan Setho Raharjo, telah melewati masa kritis. Awan mengalami benturan keras ketika berusaha mengamankan bola pada tabrak Bhayangkara FC kontra FC Tokyo di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (27/1).#PSSI #AwanKuat

PSSI menyebut, sesampainya di rumah sakit, Awan Setho pribadi menjalani pemeriksaan. Kepala dan lehernya dirontgen, lalu kepalanya dipindai dengan CT Scan serta MRI. Dokter tim Bhayangkara FC Alfan menuturkan terus berkonsultasi dengan dokter bedah syaraf mengenai hasil investigasi Awan Setho.

Setelah itu gres akan diketahui berapa usang Awan menjalani masa pemulihan. "Mari kita semua berdoa biar Awan diberi kekuatan dan kesembuhan," tulis PSSI.

Sebelumnya dalam konferensi pers usai tabrak Bhayangkara FC versus FC Tokyo, instruktur Bhayangkara Simon McMenemy mengungkapkan dirinya yakin Awan Setho dalam kondisi baik. Simon menyebut Awan merupakan kiper yang cantik dan tak pernah takut ketika harus berhadapan dengan pemain lawan.

Sementara instruktur FC Tokyo Kenta Hasegawa juga prihatin dengan kondisi yang menimpa Awan Setho dan secara resmi meminta maaf atas nama pemainnya dalam konferensi pers. Adapun di pertandingan persahabatan yang dilangsungkan untuk memperingati 60 tahun kekerabatan bilateral Indonesia dan Jepang tersebut, juara Liga 1 Indonesia Bhayangkara FC takluk 2-4 dari FC Tokyo.

Gol dari Bhayangkara FC dicetak oleh David Aparecido Da Silva (penalti di menit ke-54') dan Marinus Wanewar (menit ke-69). Sementara gol FC Tokyo dicetak oleh Masato Morishige (menit ketiga), Takefusa Kubo (menit ke-74, 90+10') dan Ryoichi Maeda (menit ke-84).

Sangat Viral Lubang Hitam Real Madrid

 Dua trend terakhir yaitu milik Real Madrid Sangat Viral Lubang Hitam Real Madrid

Gerbang krisis semakin dekat. Mereka bangkit di daerah itu, dirundung kecemasan. Real Madrid, hasil buruk, disusul buruknya penampilan, kemudian penurunan performa. Hingga pertengahan trend 2017/2018, Real Madrid sudah tertinggal 16 poin dari Barcelona. Lubang hitam itu membesar, menyeret Los Blancos ke dalamnya.

Dua trend terakhir yaitu milik Real Madrid, terutama ketika kita berbicara perihal kompetisi Eropa. Menjadi klub pertama yang memecahkan rekor menjuarai Liga Champions dua kali berurutan, skuat Madrid dianggap yang paling tangguh selama satu dasawarsa terakhir.

Perpaduan pemain muda dan senior, cara bermain yang sederhana, dan kebijakan rotasi. Kunci menjadi penguasa.

Dari lini belakang, Madrid diberkahi dengan dua bek sayap yang termasuk terbaik di dunia, Dani Carvajal dan Marcelo. Untuk posisi bek tengah, Sergio Ramos, bek tangguh itu, bersanding dengan Raphael Varane. Bek berarah Prancis ini dipandang sebagai salah satu bek muda terbaik di dunia, yang menyerap eksklusif ilmu bertahan kelas dunia dari Ramos.

Bergeser ke lini tengah, komposisi gelandang yang dimiliki Madrid merupakan perpaduan antara diri yang tangguh, pemain-pemain cerdas sebagai sumur kreativitas, dan ketajaman yang bisa diandalkan. Adalah trio Casemiro, Toni Kroos, dan Luka Modric, yang mengawal lini tengah Madrid. Luar biasanya, trio yang sudah sebagus itu, masih disokong pemain-pemain muda dengan potensi besar.

Kita tengah berbicara Mateo Kovacic, Dani Ceballos, sampai Isco Alarcon. Ketiganya merupakan penyaji kreativitas, ketajaman dari lini kedua, dan kemampuan mengendalikan permainan. Di atas kertas, masa depan lini tengah Madrid sudah terjamin.

Bergeser ke lini depan, trio BBC, Karim Benzema, Gareth Bale, dan Cristiano Ronaldo, yaitu satu dari sedikit trio penyerang paling berbahaya di dunia dikala ini. Ketika berada dalam performa terbaik, hampir tak ada bek lawan yang bisa menghentikan ketiganya. Tak hanya ketajaman, ketiga menghadirkan determinasi dan mental juara.

“Suasana surgawi” di atas hanya terjadi ketika semua personel, ditambah performa pelatih, berada di level tertinggi. Namun nyatanya, tak ada yang infinit di sepak bola. Seperti dua sisi koin, menyerupai cuaca yang tiba silih berganti. Kejayaan, berjalan bergandengan dengan keterpurukan. Masa-masa bahagia, bersanding dengan krisis.

Mengapa?

Di atas kertas, Madrid yaitu tim terbaik. Namun di atas lapangan, Los Merengues tak berbeda dengan semua klub di dunia. Manusia yang bermain berkawan karib dengan kesalahan. Dan di sepak bola, penurunan performa tak bisa dihindari. Situasi semakin runyam ketika karib penurunan performa tiba menyapa: cedera.

Dimulai ketika Carvajal harus menepi cukup usang alasannya cedera. Mulai dari cedera otot, hamstring, sampai problem pada jantungnya. Setelah Carvajal, menyusul Varane dan Marcelo. Ketika anggota tim utama tak bermain, pemain pelapis belum bisa menyajikan level performa menyerupai yang diharapkan.

Masalah yang sama terjadi di dua lini lainnya, tengah dan depan. Kovacic terutama, yang sungguh jarang mendapat menit bermain, kesulitan mencapai kembali level terbaik menyerupai ketika berseragam Internazionale Milano. Ceballos? Pemain muda Spanyol yang menonjol di Piala Eropa U-21 tahun kemudian itu pun tak mendapat kepercayaan seluas yang diharapkan.

Kemampuan di atas kertas, hanya akan menjadi sebatas catatan “di atas kertas” saja ketika si pemain tak mendapat kesempatan yang dibutuhkan. Situasi ini menjadi problem besar ketika pemain dari tim utama membutuhkan rotasi.

Musim lalu, ketika Madrid hampir tak terbendung, Zinedine Zidane bisa melaksanakan rotasi. Kebijakan yang menjadi kunci tangguhnya Madrid di Liga Champions.

Musim lalu, ketika bermain di La Liga atau Copa del Rey, Zidane bisa mengistirahatkan sampai sembilan pemain utama dan memberi kepercayaan kepada Alvaro Morata, James Rodriguez, Danilo, sampai Pepe. Pemain-pemain “berkualitas” yang hengkang di awal trend 2017/2018. Pemain-pemain “berkualitas” yang tak menurunkan kualitas tim.

Pemain-pemain yang hengkang tersebut, didukung pemain-pemain muda yang melesat ketika mendapat kepercayaan. Kita tengah berbicara Isco dan Marco Asensio. Ketika Bale cedera, Isco menjadi pengganti yang tak hanya “sepadan”, namun memberi dimensi yang berbeda. Asensio, kemunculannya tak terduga, tak terbaca lawan.

Ketika performa kelas dunia dua pemain ini bertahap menurun, Madrid tak punya solusi. Perlu menjadi catatan, Madrid tak punya pengganti langsung, dengan kualitas yang tak jauh, untuk Ronaldo, Bale, dan Benzema. Situasi ini bisa menjadi “krisis baru” ketika Madrid akan dipaksa berbelanja dalam jumlah luar biasa besar untuk mencari penerus ketiganya.

Bibit-bibit krisis itu sudah terasa ketika Madrid tak punya solusi mengembalikan ketajaman Benzema dan Ronaldo. Borja Mayoral, yang menjadi pengganti Morata, tak mendapat kepercayaan seluas mungkin untuk bermain. Segala keputusan untuk terus memainkan Benzema dan Ronaldo ketika keduanya tengah puasa gol mengakibatkan sorotan mengarah kepada Zidane.

Ke mana kebijakan rotasi yang menciptakan Madrid tetap segar menyerupai dulu? Ke mana variasi cara bermain yang menciptakan Madrid semakin berbahaya ketika mendapat tekanan?

Ketinggalan 16 poin dari Barcelona di La Liga yaitu alarm yang berbunyi nyaring. Jika respons terbaik tak bisa ditunjukkan Zidane, lubang hitam itu akan menelan segalanya. Menjebak Madrid ke dimenasi yang aneh bagi mereka: dimensi krisis!

Penulus : Yamadipati Seno, Koki Arsenal’s Kitchen (@arsenalskitchen)