This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 04 April 2018

Sangat Viral Tendangan Salto Ronaldo Kandaskan Dendam Juventus

Tendangan Salto Ronaldo Kandaskan Dendam Jumventus Sangat Viral Tendangan Salto Ronaldo Kandaskan Dendam Juventus

Awalnya Juventus berharap pertemuannya di perempat final Liga Champion dengan Real Madris, bisa membalaskan dendam kekalahan 4-1 di Final Liga Champion demam isu lalu. Namun, Real Madrid justeru kembali berjaya. Bertemu Juventus dalam langgar leg pertama babak perempat final Liga Champions demam isu 2017/18 yang dihelat di Stadion Allianz, Rabu (4/4/2018) dini hari, Madrid sukses meraih kemenangan dengan skor 3-0. Dua dari tiga gol Madrid dicetak oleh Cristiano Ronaldo, ditambah satu gol dari Marcelo.

Berkat kemenangan ini, Madrid membuka peluang mereka untuk lolos ke babak semifinal Liga Champions demam isu 2017/18. Sedangkan bagi Juventus, kekalahan ini menciptakan langkah mereka melaju ke babak semifinal akan menjadi lebih berat, meski masih ada leg kedua yang akan dihelat di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis, 12 April nanti.

***

Di hadapan puluhan ribu suporter yang memadati Stadion Allianz, Juventus selaku tuan rumah turun dengan gugusan dasar 4-4-2. Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain menjadi duet penyerang di depan, diapit oleh Alex Sandro, Sami Khedira, Rodrigo Bentancur, serta Douglas Costa di lini tengah. Keempat pemain tengah itu juga menjadi pelapis lini pertahanan yang dikomandoi oleh Andrea Barzagli dan Giorgio Chiellini.

Sementara itu, Real Madrid  turun dengan gugusan dasar 4-3-1-2. Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo menjadi dua pemain di depan, diapit oleh Isco yang menjadi gelandang serang di belakang duet penyerang. Berperan sebagai pengatur tempo di tengah yaitu Casemiro, Toni Kroos, dan Luka Modric. Selain menjadi pengatur tempo, ketiganya juga menjadi pelapis bek yang dipimpin oleh Raphael Varane dan Sergio Ramos.

Sejak babak pertama dimulai, Madrid sebagai tim tamu justru lebih banyak mengambil alih jalannya pertandingan. Kehadiran Modric dan Kroos, serta sosok Isco yang aktif mencari ruang di area sepertiga akhir, menciptakan permainan Los Blancos lebih hidup dibandingkan dengan Juventus.

Hasilnya terlihat pada menit ketiga. Lewat sebuah bagan serangan cepat, Madrid bisa unggul lewat sontekan Ronaldo sesudah memanfaatkan umpan dari Isco. Madrid sudah unggul 1-0 atas Juventus bahkan semenjak pertandingan belum memasuki menit kelima.

Tertinggal di awal langgar menciptakan Bianconeri eksklusif berusaha balik menekan Madrid demi mengejar ketertinggalan. Melalui dua sayap mereka, Alex Sandro dan Costa, ditopang oleh pergerakan Kwadwo Asamoah dan Mattia De Sciglio yang berperan sebagai full-back, Juventus berusaha untuk menyerang Madrid dari sisi sayap.

Namun, serangan Juventus ini menjadi sedikit tidak bertaji alasannya yaitu ketiadaan pemain yang sanggup menjadi penyambung di area sepertiga akhir. Selain itu, meski konstan menyerang dari sayap, mereka tak sanggup mengirimkan umpan-umpan matang ke arah Higuain. Penyerang asal Argentina itu bahkan harus turun sedikit ke belakang untuk menjemput bola.

Di sisi lain, Madrid nyaman menyerang alasannya yaitu mereka bisa mengatur distribusi bola dengan baik. Ronaldo beberapa kali mengancam gawang Buffon, bahkan Kroos bisa melesakkan tembakan di luar kotak penalti. Dengan segala keistimewaan ini, skor 1-0 bertahan untuk keunggulan Real Madrid atas Juventus di babak pertama.

Memasuki babak kedua, situasi mulai sedikit berubah. Juventus mulai berani menekan lini pertahanan Madrid. Kembali lewat dua sisi sayap, mereka menyerang pertahanan Madrid yang dikawal oleh  Varane, Ramos, Carvajal, dan Marcelo. Sekilas, Madrid tampak kerepotan.
Apalagi, jikalau mengusut dari statistik, Juventus sempat unggul soal penguasaan bola dari Madrid di awal babak kedua ini. Mereka sempat menorehkan penguasaan bola sebanyak 52%, serta menorehkan tembakan sebanyak 8 kali, buah dari dominasi mereka atas Madrid di awal babak kedua.

Tapi, agresivitas Juventus ini malah berbuah petaka. Diawali oleh masuknya Lucas Vazquez menggantikan Karim Benzema pada menit ke-50, perlahan Madrid mulai menemukan celah untuk melaksanakan serangan balik. Hal itu pun terlihat dari dua proses gol yang terjadi bagi Madrid, masing-masing pada menit ke-64 dan 72.

Pada menit ke-64, mendapatkan umpan silang dari Carvajal, Ronaldo melaksanakan sebuah tendangan akrobatik yang menghujam keras ke gawang Buffon. Pada menit ke-72, bagan serangan apik dari sisi kanan pertahanan Juventus berujung gol brilian Marcelo yang memanfaatkan umpan dari Ronaldo. Skor menjelma 3-0 untuk keunggulan Madrid.

Tertinggal 3-0, Massimiliano Allegri mulai melaksanakan perubahan. Blaise Matuidi, Mario Mandzukic, serta Juan Cuadrado dimasukkan untuk menambah daya serang Madrid. Namun, Madrid juga tidak mau kalah. Mereka memasukkan Marco Asensio dan Mateo Kovacic biar keseimbangan permainan Madrid terjaga.

Hasilnya, di sisa 10 menit babak kedua, Madrid kembali memegang kendali permainan. Secara persentase penguasaan bola, mereka unggul dengan persentase 57%. Dari tembakan yang dilesakkan, mereka berbalik unggul dengan torehan 11 tembakan berbanding 10 tembakan. Dengan segala keunggulan ini, Madrid sukses menorehkan kemenangan 3-0 atas Juventus di leg pertama ini.

Sangat Viral Tendangan Salto Ronaldo Kandaskan Dendam Juventus

Tendangan Salto Ronaldo Kandaskan Dendam Jumventus Sangat Viral Tendangan Salto Ronaldo Kandaskan Dendam Juventus

Awalnya Juventus berharap pertemuannya di perempat final Liga Champion dengan Real Madris, bisa membalaskan dendam kekalahan 4-1 di Final Liga Champion demam isu lalu. Namun, Real Madrid justeru kembali berjaya. Bertemu Juventus dalam langgar leg pertama babak perempat final Liga Champions demam isu 2017/18 yang dihelat di Stadion Allianz, Rabu (4/4/2018) dini hari, Madrid sukses meraih kemenangan dengan skor 3-0. Dua dari tiga gol Madrid dicetak oleh Cristiano Ronaldo, ditambah satu gol dari Marcelo.

Berkat kemenangan ini, Madrid membuka peluang mereka untuk lolos ke babak semifinal Liga Champions demam isu 2017/18. Sedangkan bagi Juventus, kekalahan ini menciptakan langkah mereka melaju ke babak semifinal akan menjadi lebih berat, meski masih ada leg kedua yang akan dihelat di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis, 12 April nanti.

***

Di hadapan puluhan ribu suporter yang memadati Stadion Allianz, Juventus selaku tuan rumah turun dengan gugusan dasar 4-4-2. Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain menjadi duet penyerang di depan, diapit oleh Alex Sandro, Sami Khedira, Rodrigo Bentancur, serta Douglas Costa di lini tengah. Keempat pemain tengah itu juga menjadi pelapis lini pertahanan yang dikomandoi oleh Andrea Barzagli dan Giorgio Chiellini.

Sementara itu, Real Madrid  turun dengan gugusan dasar 4-3-1-2. Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo menjadi dua pemain di depan, diapit oleh Isco yang menjadi gelandang serang di belakang duet penyerang. Berperan sebagai pengatur tempo di tengah yaitu Casemiro, Toni Kroos, dan Luka Modric. Selain menjadi pengatur tempo, ketiganya juga menjadi pelapis bek yang dipimpin oleh Raphael Varane dan Sergio Ramos.

Sejak babak pertama dimulai, Madrid sebagai tim tamu justru lebih banyak mengambil alih jalannya pertandingan. Kehadiran Modric dan Kroos, serta sosok Isco yang aktif mencari ruang di area sepertiga akhir, menciptakan permainan Los Blancos lebih hidup dibandingkan dengan Juventus.

Hasilnya terlihat pada menit ketiga. Lewat sebuah bagan serangan cepat, Madrid bisa unggul lewat sontekan Ronaldo sesudah memanfaatkan umpan dari Isco. Madrid sudah unggul 1-0 atas Juventus bahkan semenjak pertandingan belum memasuki menit kelima.

Tertinggal di awal langgar menciptakan Bianconeri eksklusif berusaha balik menekan Madrid demi mengejar ketertinggalan. Melalui dua sayap mereka, Alex Sandro dan Costa, ditopang oleh pergerakan Kwadwo Asamoah dan Mattia De Sciglio yang berperan sebagai full-back, Juventus berusaha untuk menyerang Madrid dari sisi sayap.

Namun, serangan Juventus ini menjadi sedikit tidak bertaji alasannya yaitu ketiadaan pemain yang sanggup menjadi penyambung di area sepertiga akhir. Selain itu, meski konstan menyerang dari sayap, mereka tak sanggup mengirimkan umpan-umpan matang ke arah Higuain. Penyerang asal Argentina itu bahkan harus turun sedikit ke belakang untuk menjemput bola.

Di sisi lain, Madrid nyaman menyerang alasannya yaitu mereka bisa mengatur distribusi bola dengan baik. Ronaldo beberapa kali mengancam gawang Buffon, bahkan Kroos bisa melesakkan tembakan di luar kotak penalti. Dengan segala keistimewaan ini, skor 1-0 bertahan untuk keunggulan Real Madrid atas Juventus di babak pertama.

Memasuki babak kedua, situasi mulai sedikit berubah. Juventus mulai berani menekan lini pertahanan Madrid. Kembali lewat dua sisi sayap, mereka menyerang pertahanan Madrid yang dikawal oleh  Varane, Ramos, Carvajal, dan Marcelo. Sekilas, Madrid tampak kerepotan.
Apalagi, jikalau mengusut dari statistik, Juventus sempat unggul soal penguasaan bola dari Madrid di awal babak kedua ini. Mereka sempat menorehkan penguasaan bola sebanyak 52%, serta menorehkan tembakan sebanyak 8 kali, buah dari dominasi mereka atas Madrid di awal babak kedua.

Tapi, agresivitas Juventus ini malah berbuah petaka. Diawali oleh masuknya Lucas Vazquez menggantikan Karim Benzema pada menit ke-50, perlahan Madrid mulai menemukan celah untuk melaksanakan serangan balik. Hal itu pun terlihat dari dua proses gol yang terjadi bagi Madrid, masing-masing pada menit ke-64 dan 72.

Pada menit ke-64, mendapatkan umpan silang dari Carvajal, Ronaldo melaksanakan sebuah tendangan akrobatik yang menghujam keras ke gawang Buffon. Pada menit ke-72, bagan serangan apik dari sisi kanan pertahanan Juventus berujung gol brilian Marcelo yang memanfaatkan umpan dari Ronaldo. Skor menjelma 3-0 untuk keunggulan Madrid.

Tertinggal 3-0, Massimiliano Allegri mulai melaksanakan perubahan. Blaise Matuidi, Mario Mandzukic, serta Juan Cuadrado dimasukkan untuk menambah daya serang Madrid. Namun, Madrid juga tidak mau kalah. Mereka memasukkan Marco Asensio dan Mateo Kovacic biar keseimbangan permainan Madrid terjaga.

Hasilnya, di sisa 10 menit babak kedua, Madrid kembali memegang kendali permainan. Secara persentase penguasaan bola, mereka unggul dengan persentase 57%. Dari tembakan yang dilesakkan, mereka berbalik unggul dengan torehan 11 tembakan berbanding 10 tembakan. Dengan segala keunggulan ini, Madrid sukses menorehkan kemenangan 3-0 atas Juventus di leg pertama ini.

Sangat Viral Tendangan Salto Ronaldo Kandaskan Dendam Juventus

Tendangan Salto Ronaldo Kandaskan Dendam Jumventus Sangat Viral Tendangan Salto Ronaldo Kandaskan Dendam Juventus

Awalnya Juventus berharap pertemuannya di perempat final Liga Champion dengan Real Madris, bisa membalaskan dendam kekalahan 4-1 di Final Liga Champion demam isu lalu. Namun, Real Madrid justeru kembali berjaya. Bertemu Juventus dalam langgar leg pertama babak perempat final Liga Champions demam isu 2017/18 yang dihelat di Stadion Allianz, Rabu (4/4/2018) dini hari, Madrid sukses meraih kemenangan dengan skor 3-0. Dua dari tiga gol Madrid dicetak oleh Cristiano Ronaldo, ditambah satu gol dari Marcelo.

Berkat kemenangan ini, Madrid membuka peluang mereka untuk lolos ke babak semifinal Liga Champions demam isu 2017/18. Sedangkan bagi Juventus, kekalahan ini menciptakan langkah mereka melaju ke babak semifinal akan menjadi lebih berat, meski masih ada leg kedua yang akan dihelat di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis, 12 April nanti.

***

Di hadapan puluhan ribu suporter yang memadati Stadion Allianz, Juventus selaku tuan rumah turun dengan gugusan dasar 4-4-2. Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain menjadi duet penyerang di depan, diapit oleh Alex Sandro, Sami Khedira, Rodrigo Bentancur, serta Douglas Costa di lini tengah. Keempat pemain tengah itu juga menjadi pelapis lini pertahanan yang dikomandoi oleh Andrea Barzagli dan Giorgio Chiellini.

Sementara itu, Real Madrid  turun dengan gugusan dasar 4-3-1-2. Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo menjadi dua pemain di depan, diapit oleh Isco yang menjadi gelandang serang di belakang duet penyerang. Berperan sebagai pengatur tempo di tengah yaitu Casemiro, Toni Kroos, dan Luka Modric. Selain menjadi pengatur tempo, ketiganya juga menjadi pelapis bek yang dipimpin oleh Raphael Varane dan Sergio Ramos.

Sejak babak pertama dimulai, Madrid sebagai tim tamu justru lebih banyak mengambil alih jalannya pertandingan. Kehadiran Modric dan Kroos, serta sosok Isco yang aktif mencari ruang di area sepertiga akhir, menciptakan permainan Los Blancos lebih hidup dibandingkan dengan Juventus.

Hasilnya terlihat pada menit ketiga. Lewat sebuah bagan serangan cepat, Madrid bisa unggul lewat sontekan Ronaldo sesudah memanfaatkan umpan dari Isco. Madrid sudah unggul 1-0 atas Juventus bahkan semenjak pertandingan belum memasuki menit kelima.

Tertinggal di awal langgar menciptakan Bianconeri eksklusif berusaha balik menekan Madrid demi mengejar ketertinggalan. Melalui dua sayap mereka, Alex Sandro dan Costa, ditopang oleh pergerakan Kwadwo Asamoah dan Mattia De Sciglio yang berperan sebagai full-back, Juventus berusaha untuk menyerang Madrid dari sisi sayap.

Namun, serangan Juventus ini menjadi sedikit tidak bertaji alasannya yaitu ketiadaan pemain yang sanggup menjadi penyambung di area sepertiga akhir. Selain itu, meski konstan menyerang dari sayap, mereka tak sanggup mengirimkan umpan-umpan matang ke arah Higuain. Penyerang asal Argentina itu bahkan harus turun sedikit ke belakang untuk menjemput bola.

Di sisi lain, Madrid nyaman menyerang alasannya yaitu mereka bisa mengatur distribusi bola dengan baik. Ronaldo beberapa kali mengancam gawang Buffon, bahkan Kroos bisa melesakkan tembakan di luar kotak penalti. Dengan segala keistimewaan ini, skor 1-0 bertahan untuk keunggulan Real Madrid atas Juventus di babak pertama.

Memasuki babak kedua, situasi mulai sedikit berubah. Juventus mulai berani menekan lini pertahanan Madrid. Kembali lewat dua sisi sayap, mereka menyerang pertahanan Madrid yang dikawal oleh  Varane, Ramos, Carvajal, dan Marcelo. Sekilas, Madrid tampak kerepotan.
Apalagi, jikalau mengusut dari statistik, Juventus sempat unggul soal penguasaan bola dari Madrid di awal babak kedua ini. Mereka sempat menorehkan penguasaan bola sebanyak 52%, serta menorehkan tembakan sebanyak 8 kali, buah dari dominasi mereka atas Madrid di awal babak kedua.

Tapi, agresivitas Juventus ini malah berbuah petaka. Diawali oleh masuknya Lucas Vazquez menggantikan Karim Benzema pada menit ke-50, perlahan Madrid mulai menemukan celah untuk melaksanakan serangan balik. Hal itu pun terlihat dari dua proses gol yang terjadi bagi Madrid, masing-masing pada menit ke-64 dan 72.

Pada menit ke-64, mendapatkan umpan silang dari Carvajal, Ronaldo melaksanakan sebuah tendangan akrobatik yang menghujam keras ke gawang Buffon. Pada menit ke-72, bagan serangan apik dari sisi kanan pertahanan Juventus berujung gol brilian Marcelo yang memanfaatkan umpan dari Ronaldo. Skor menjelma 3-0 untuk keunggulan Madrid.

Tertinggal 3-0, Massimiliano Allegri mulai melaksanakan perubahan. Blaise Matuidi, Mario Mandzukic, serta Juan Cuadrado dimasukkan untuk menambah daya serang Madrid. Namun, Madrid juga tidak mau kalah. Mereka memasukkan Marco Asensio dan Mateo Kovacic biar keseimbangan permainan Madrid terjaga.

Hasilnya, di sisa 10 menit babak kedua, Madrid kembali memegang kendali permainan. Secara persentase penguasaan bola, mereka unggul dengan persentase 57%. Dari tembakan yang dilesakkan, mereka berbalik unggul dengan torehan 11 tembakan berbanding 10 tembakan. Dengan segala keunggulan ini, Madrid sukses menorehkan kemenangan 3-0 atas Juventus di leg pertama ini.

Selasa, 03 April 2018

Sangat Viral Aroma Balas Dendam Juventus Vs Real Madrid Dini Hari Nanti


Juventus akan menjamu Real Madrid pada leg 1 babak perempat final Liga Champions 2017-2018 yang berlangsung di Allianz Stadium, Selasa (3/4/2018) atau Rabu (4/4/2018) dini hari WIB. Laga ini kental dengan aroma balas dendam buat La Vecchia Signora.

Pertemuan ini menjadi yang pertama sehabis final Liga Champions 2016-2017. Ketika itu, Juventus harus menanggung luka sehabis takluk 1-4 dari Real Madrid.

Namun, tabrak nanti akan terasa berbeda mengingat akan berlangsung dalam dua pertemuan. Pada edisi terakhir ketika kedua tim berjumpa di fase knock-out, Juventus punya memori bagus. Pada trend 2014-2015 tepatnya di babak semifinal, klub asal Turin menyingkirkan Madrid dengan agregat 3-2.

Juventus juga punya modal manis untuk tabrak nanti mengingat akan bermain di kandang. Klub asal Italia tak terkalahkan dalam enam pertandingan terakhir ketika menjamu Madrid di kandang. Terakhir, Juventus dipermalukan Madrid di depan pendukung sendiri terjadi ketika kalah 1-3 pada trend 1086-1987.

Pelatih Massimiliano Allegri pun menyebut timnya ketika ini sangat antusias untuk menghadapi Real Madrid. Menurut Allegri, anak asuhnya siap untuk merampungkan dendam final trend kemudian dan akan berjuang mati-matian dalam dua pertemuan kontra Los Blancos trend ini.

"Kami sadar akan menghadapi tim terkuat di Liga Champions. Saya telah menyaksikan cuplikan final Cardiff berulang-ulang kali. Jadi, aku arasa kami telah berkembang untuk menangani situasi sulit dibanding trend lalu," kata Allegri ibarat dikutip situs resmi UEFA, Selasa (3/4/2018).

"Kami harus selalu mencoba untuk tetap dalam permainan. Sebab, pertandingan ini akan berlangsung selama 180 menit yakni dua leg," ujar Allegri.

Sementara itu, Real Madrid sadar melawan Juventus tak akan menjadi tabrak yang mudah. Pelatih Zinedine Zidane bahkan menyebut tim tuan rumah mempunyai potensi untuk menyulitkan laju timnya trend ini.

"Juventus selalu menjadi klub yang sangat tangguh dan mereka telah membuktikannya trend ini. Mereka ialah tim yang komplet dan kami harus sangat berhati-hati dengan lini pertahanan mereka yang kuat. Selain itu, para penyerang mereka juga berbahaya. Seperti yang aku katakan, mereka berpengaruh di segala lini," ujar Zidane.

Pertandingan nanti menjadi pertemuan ke-20 kedua tim di kompetisi Eropa. Sejauh ini, Real Madrid masih secara umum dikuasai dengan sembilan kemenangan, Juventus meraih delapan kemenangan, dan dua tabrak berakhir imbang. Uniknya, kedua tim sama-sama mencetak 22 gol dalam 19 pertemuan terakhir.

Statistik dan Catatan Pertemuan Kedua Tim

Prakiraan susunan pemain

Juventus: Gianluigi Buffon; Mattia De Sciglio, Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, Alex Sandro; Sami Khedira, Blaise Matuidi; Juan Cuadrado, Paulo Dybala, Douglas Costa; Gonzalo Higuain
Pelatih: Massimiliano Allegri (Italia)

Real Madrid: Keylor Navas; Dani Carvajal, Raphael Varane, Sergio Ramos, Marcelo; Luka Modric, Casemiro, Toni Kross; Isco; Karim Benzema, Cristiano Ronaldo
Pelatih: Zinedine Zidane (Prancis)

Head to Head

03/06/2017 Juventus 1-4 Real Madrid (Liga Champions)
13/05/2015 Real Madrid 1-1 Juventus (Liga Champions)
05/05/2015 Juventus 2-1 Real Madrid (Liga Champions)
05/11/2013 Juventus 2-2 Real Madrid (Liga Champions)
23/10/2013 Real Madrid 2-1 Juventus (Liga Champions)

Lima pertandingan terakhir Juventus

08/03/18 Tottenham Hotspur 1-2 Juventus (Liga Champions)
11/03/18 Juventus 2-0 Udinese (Serie A)
15/03/18 Juventus 2-0 Atalanta (Serie A)
18/03/18 SPAL 0-0 Juventus (Serie A)
01/04/18 Juventus 3-1 Milan (Serie A)

Lima pertandingan terakhir Real Madrid

04/03/18 Real Madrid 3-1 Getafe (Liga Spanyol)
07/03/18 Paris Saint-Germain 1-2 Real Madrid (Liga Champions)
10/03/18 Eibar 1-2 Real Madrid (Liga Spanyol)
19/03/18 Real Madrid 6-3 Girona (Liga Spanyol)
31/03/18 Las Palmas 0-3 Real Madrid (Liga Spanyol)

Prediksi : Juventus 50-50 Real Madrid

Sumber: Berbagai Sumber

Sangat Viral Aroma Balas Dendam Juventus Vs Real Madrid Dini Hari Nanti


Juventus akan menjamu Real Madrid pada leg 1 babak perempat final Liga Champions 2017-2018 yang berlangsung di Allianz Stadium, Selasa (3/4/2018) atau Rabu (4/4/2018) dini hari WIB. Laga ini kental dengan aroma balas dendam buat La Vecchia Signora.

Pertemuan ini menjadi yang pertama sehabis final Liga Champions 2016-2017. Ketika itu, Juventus harus menanggung luka sehabis takluk 1-4 dari Real Madrid.

Namun, tabrak nanti akan terasa berbeda mengingat akan berlangsung dalam dua pertemuan. Pada edisi terakhir ketika kedua tim berjumpa di fase knock-out, Juventus punya memori bagus. Pada trend 2014-2015 tepatnya di babak semifinal, klub asal Turin menyingkirkan Madrid dengan agregat 3-2.

Juventus juga punya modal manis untuk tabrak nanti mengingat akan bermain di kandang. Klub asal Italia tak terkalahkan dalam enam pertandingan terakhir ketika menjamu Madrid di kandang. Terakhir, Juventus dipermalukan Madrid di depan pendukung sendiri terjadi ketika kalah 1-3 pada trend 1086-1987.

Pelatih Massimiliano Allegri pun menyebut timnya ketika ini sangat antusias untuk menghadapi Real Madrid. Menurut Allegri, anak asuhnya siap untuk merampungkan dendam final trend kemudian dan akan berjuang mati-matian dalam dua pertemuan kontra Los Blancos trend ini.

"Kami sadar akan menghadapi tim terkuat di Liga Champions. Saya telah menyaksikan cuplikan final Cardiff berulang-ulang kali. Jadi, aku arasa kami telah berkembang untuk menangani situasi sulit dibanding trend lalu," kata Allegri ibarat dikutip situs resmi UEFA, Selasa (3/4/2018).

"Kami harus selalu mencoba untuk tetap dalam permainan. Sebab, pertandingan ini akan berlangsung selama 180 menit yakni dua leg," ujar Allegri.

Sementara itu, Real Madrid sadar melawan Juventus tak akan menjadi tabrak yang mudah. Pelatih Zinedine Zidane bahkan menyebut tim tuan rumah mempunyai potensi untuk menyulitkan laju timnya trend ini.

"Juventus selalu menjadi klub yang sangat tangguh dan mereka telah membuktikannya trend ini. Mereka ialah tim yang komplet dan kami harus sangat berhati-hati dengan lini pertahanan mereka yang kuat. Selain itu, para penyerang mereka juga berbahaya. Seperti yang aku katakan, mereka berpengaruh di segala lini," ujar Zidane.

Pertandingan nanti menjadi pertemuan ke-20 kedua tim di kompetisi Eropa. Sejauh ini, Real Madrid masih secara umum dikuasai dengan sembilan kemenangan, Juventus meraih delapan kemenangan, dan dua tabrak berakhir imbang. Uniknya, kedua tim sama-sama mencetak 22 gol dalam 19 pertemuan terakhir.

Statistik dan Catatan Pertemuan Kedua Tim

Prakiraan susunan pemain

Juventus: Gianluigi Buffon; Mattia De Sciglio, Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, Alex Sandro; Sami Khedira, Blaise Matuidi; Juan Cuadrado, Paulo Dybala, Douglas Costa; Gonzalo Higuain
Pelatih: Massimiliano Allegri (Italia)

Real Madrid: Keylor Navas; Dani Carvajal, Raphael Varane, Sergio Ramos, Marcelo; Luka Modric, Casemiro, Toni Kross; Isco; Karim Benzema, Cristiano Ronaldo
Pelatih: Zinedine Zidane (Prancis)

Head to Head

03/06/2017 Juventus 1-4 Real Madrid (Liga Champions)
13/05/2015 Real Madrid 1-1 Juventus (Liga Champions)
05/05/2015 Juventus 2-1 Real Madrid (Liga Champions)
05/11/2013 Juventus 2-2 Real Madrid (Liga Champions)
23/10/2013 Real Madrid 2-1 Juventus (Liga Champions)

Lima pertandingan terakhir Juventus

08/03/18 Tottenham Hotspur 1-2 Juventus (Liga Champions)
11/03/18 Juventus 2-0 Udinese (Serie A)
15/03/18 Juventus 2-0 Atalanta (Serie A)
18/03/18 SPAL 0-0 Juventus (Serie A)
01/04/18 Juventus 3-1 Milan (Serie A)

Lima pertandingan terakhir Real Madrid

04/03/18 Real Madrid 3-1 Getafe (Liga Spanyol)
07/03/18 Paris Saint-Germain 1-2 Real Madrid (Liga Champions)
10/03/18 Eibar 1-2 Real Madrid (Liga Spanyol)
19/03/18 Real Madrid 6-3 Girona (Liga Spanyol)
31/03/18 Las Palmas 0-3 Real Madrid (Liga Spanyol)

Prediksi : Juventus 50-50 Real Madrid

Sumber: Berbagai Sumber

Sangat Viral Aroma Balas Dendam Juventus Vs Real Madrid Dini Hari Nanti


Juventus akan menjamu Real Madrid pada leg 1 babak perempat final Liga Champions 2017-2018 yang berlangsung di Allianz Stadium, Selasa (3/4/2018) atau Rabu (4/4/2018) dini hari WIB. Laga ini kental dengan aroma balas dendam buat La Vecchia Signora.

Pertemuan ini menjadi yang pertama sehabis final Liga Champions 2016-2017. Ketika itu, Juventus harus menanggung luka sehabis takluk 1-4 dari Real Madrid.

Namun, tabrak nanti akan terasa berbeda mengingat akan berlangsung dalam dua pertemuan. Pada edisi terakhir ketika kedua tim berjumpa di fase knock-out, Juventus punya memori bagus. Pada trend 2014-2015 tepatnya di babak semifinal, klub asal Turin menyingkirkan Madrid dengan agregat 3-2.

Juventus juga punya modal manis untuk tabrak nanti mengingat akan bermain di kandang. Klub asal Italia tak terkalahkan dalam enam pertandingan terakhir ketika menjamu Madrid di kandang. Terakhir, Juventus dipermalukan Madrid di depan pendukung sendiri terjadi ketika kalah 1-3 pada trend 1086-1987.

Pelatih Massimiliano Allegri pun menyebut timnya ketika ini sangat antusias untuk menghadapi Real Madrid. Menurut Allegri, anak asuhnya siap untuk merampungkan dendam final trend kemudian dan akan berjuang mati-matian dalam dua pertemuan kontra Los Blancos trend ini.

"Kami sadar akan menghadapi tim terkuat di Liga Champions. Saya telah menyaksikan cuplikan final Cardiff berulang-ulang kali. Jadi, aku arasa kami telah berkembang untuk menangani situasi sulit dibanding trend lalu," kata Allegri ibarat dikutip situs resmi UEFA, Selasa (3/4/2018).

"Kami harus selalu mencoba untuk tetap dalam permainan. Sebab, pertandingan ini akan berlangsung selama 180 menit yakni dua leg," ujar Allegri.

Sementara itu, Real Madrid sadar melawan Juventus tak akan menjadi tabrak yang mudah. Pelatih Zinedine Zidane bahkan menyebut tim tuan rumah mempunyai potensi untuk menyulitkan laju timnya trend ini.

"Juventus selalu menjadi klub yang sangat tangguh dan mereka telah membuktikannya trend ini. Mereka ialah tim yang komplet dan kami harus sangat berhati-hati dengan lini pertahanan mereka yang kuat. Selain itu, para penyerang mereka juga berbahaya. Seperti yang aku katakan, mereka berpengaruh di segala lini," ujar Zidane.

Pertandingan nanti menjadi pertemuan ke-20 kedua tim di kompetisi Eropa. Sejauh ini, Real Madrid masih secara umum dikuasai dengan sembilan kemenangan, Juventus meraih delapan kemenangan, dan dua tabrak berakhir imbang. Uniknya, kedua tim sama-sama mencetak 22 gol dalam 19 pertemuan terakhir.

Statistik dan Catatan Pertemuan Kedua Tim

Prakiraan susunan pemain

Juventus: Gianluigi Buffon; Mattia De Sciglio, Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, Alex Sandro; Sami Khedira, Blaise Matuidi; Juan Cuadrado, Paulo Dybala, Douglas Costa; Gonzalo Higuain
Pelatih: Massimiliano Allegri (Italia)

Real Madrid: Keylor Navas; Dani Carvajal, Raphael Varane, Sergio Ramos, Marcelo; Luka Modric, Casemiro, Toni Kross; Isco; Karim Benzema, Cristiano Ronaldo
Pelatih: Zinedine Zidane (Prancis)

Head to Head

03/06/2017 Juventus 1-4 Real Madrid (Liga Champions)
13/05/2015 Real Madrid 1-1 Juventus (Liga Champions)
05/05/2015 Juventus 2-1 Real Madrid (Liga Champions)
05/11/2013 Juventus 2-2 Real Madrid (Liga Champions)
23/10/2013 Real Madrid 2-1 Juventus (Liga Champions)

Lima pertandingan terakhir Juventus

08/03/18 Tottenham Hotspur 1-2 Juventus (Liga Champions)
11/03/18 Juventus 2-0 Udinese (Serie A)
15/03/18 Juventus 2-0 Atalanta (Serie A)
18/03/18 SPAL 0-0 Juventus (Serie A)
01/04/18 Juventus 3-1 Milan (Serie A)

Lima pertandingan terakhir Real Madrid

04/03/18 Real Madrid 3-1 Getafe (Liga Spanyol)
07/03/18 Paris Saint-Germain 1-2 Real Madrid (Liga Champions)
10/03/18 Eibar 1-2 Real Madrid (Liga Spanyol)
19/03/18 Real Madrid 6-3 Girona (Liga Spanyol)
31/03/18 Las Palmas 0-3 Real Madrid (Liga Spanyol)

Prediksi : Juventus 50-50 Real Madrid

Sumber: Berbagai Sumber

Selasa, 30 Januari 2018

Sangat Viral Sepakbola Spanyol 'Darurat' Rasisme!


Hari-hari ini sepakbola Spanyol terus diwarnai dengan agresi rasisme. Ejekan rasis dari pemain dan penggemar, termasuk penggunaan kata bergairah acap mengganggu jalannya pertandingan di Liga Spanyol. Pada pertengahan Januari kemudian misalnya, dalam suatu wawancara pertandingan dengan BeIN Sports, Jefferson Lerma, gelandang Levante, menyebut jikalau Iago Aspas, striker Celta Vigo memanggilnya 'pemain serba hitam' selama pertandingan berlangsung.

Atas tindakan itu, Lerma lantas melaporkan kejadian itu kepada wasit. Alih-alih didengarkan, berdasarkan pemain berkebangsaan Kolombia itu, Alvarez Izquierdo menolak pengaduannya. Izquerdo selaku wasit malah menyampaikan kepada Lerma bahwa ia muak dengan keluhan para pemain.

"Saya memberi tahu wasit, tapi ia menyampaikan kepada saya bahwa ia muak dengan pemain yang mengeluh kepadanya." ujar Lerma mirip dilansir Bleacher Report.

Petugas pertandingan juga tidak mencatat dugaan pelecehan rasis dalam laporan pertandingannya. Beberapa jam sesudah tuduhan Lerma, Aspas merilis sebuah pernyataan di situs Celta Vigo yang menyampaikan bahwa ia menolak dikatakan melecehkan Lerma.  "Apa yang dikatakan di lapangan, tetap di lapangan." tulisnya.

Melihat itu, La Liga lantas meminta Federasi Sepakbola Spanyol melaksanakan penyelidikan atas kejadian tersebut. Namun sejumlah pihak menduga, bahwa tanpa bukti, mirip kesaksian saksi atau rekaman, kemungkinan kasus itu akan menemui jalan buntu. Menurut analisis koran terbesar di Galisia, La Poz menganggap kejadian itu hampir mirip dengan apa yang terjadi pada laga semifinal Liga Champions 2010/11 kemudian antara Real Madrid melawan Barcelona.

Beberapa waktu sesudah pertandingan itu selesai digelar, Real Madrid merilis sebuah video yang menjelaskan jikalau gelandang Barca, Sergio Busquets memanggil bek Madrid, Marcelo dengan sebutan  "mono, mono" ("monyet, monyet").

Tak usang sesudah itu, Barcelona lantas merespon tuduhan Madrid dengan menyampaikan jikalau Busquets hanya menyampaikan 'mucho morro' yang berarti 'kau punya pipi'. Atas inisden itu Sergio Busquets kemudian lolos dari hukuman sesudah penyelidikan oleh UEFA. Menurut La Poz, Sergio Busquets berhasil lepas dari eksekusi alasannya yakni minimnya bukti yang berpengaruh dan meyakinkan.

"Ada persoalan rasisme di sepakbola Spanyol," kata Jimmy Burns, seorang penulis populer sekaligus jurnalis yang lahir di Madrid.

"Sebagaian dari masalahnya yakni bahwa terlepas dari semua itu retorika, kita semua menantang rasisme dan kita mematuhi peraturan UEFA. Ada iklim peraturan yang lemah yang diciptakan oleh federasi sepakbola Spanyol, oleh pihak berwenang Spanyol," tambahnya mirip dikutip dari Bleacher Report.

Kejadian rasis yang paling terekspos  dalam beberapa tahun terakhir yakni dikala Barcelona mengunjungi Villarreal, April 2014. Bek Barca, Dani Alves - yang kini bermain di PSG akan melaksanakan tendangan pojok, namun seketika pula seorang penggemar melempar pisang ke arahnya.

Tak hanya itu, bintang Atletico Madrid, Antoine Griezmann juga tak luput dari kasus serupa. Griezmann membuat kontroversi dikala ia mem-posting foto dirinya di Instagram mirip pemain bola basket tahun 80-an.

Ketika menerima hujatan dari warganet ia membela diri dengan menyampaikan bahwa gambar itu diposkan sebagai sebuah penghormatan. "Tenanglah, saya yakni penggemar Harlem Globetrotters dan saat-saat indah. Ini yakni penghormatan." ungkapnya mirip dilansir Daily Telegraph. Namun, tak usang sesudah itu, Griezmann menghapus gambar itu sekaligus meminta maaf atas unggahannya tersebut.

Maraknya agresi rasis di negeri matador diduga sebagai buntut dari lemahnya Federasi Sepakbola Spanyol dalam menindak para pelaku agresi tak terpuji tersebut. Selain itu, perang terhadap rasisme di Liga Spanyol tampaknya perlu ditingkatkan semoga kejadian busuk itu tidak berulang secara terus-menerus.

Penulis: Wira Wahyu Utama