This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 05 April 2018

Sangat Viral Jessica Lolos Menjadi Relawan Piala Dunia 2018 Di Rusia

Jessica Lolos Menjadi Relawan Piala Dunia  Sangat Viral Jessica Lolos Menjadi Relawan Piala Dunia 2018 di Rusia

Dua tahun menunggu, Jessica hasilnya terpilih jadi relawan Piala Dunia 2018 di Rusia. Ketika kesempatan sudah terbuka, Jessica malah belum bisa memastikan keberangkatannya. Biaya menjadi hambatan utama.

Surat elektronik yang dinanti-nanti hasilnya tiba. Tanggal 21 Maret kemudian menjadi hari yang tak akan dilupakan Jessica. Gadis 23 tahun itu menerima surat elektronik dari Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA). E-mail dari FIFA itu menawari Jessica untuk menjadi relawan Piala Dunia pada Juni untuk posisi akreditasi. Dia menyisihkan cukup banyak pendaftar. "Sebenarnya nggak kepikiran bakal kepilih. Tapi, pas dibuka kok lolos. Dibaca berkali-kali, nggak salah kirim ini," kata Jessica dikala ditemui Jawa Pos di Cimahi Jumat pekan kemudian (30/3).

Sejatinya, mahasiswi semester dua Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari ABA Bandung itu sudah mendapatkan e-mail kepastian lolos dari FIFA pada Februari Namun, Jessica gres yakin sesudah mendapatkan e-mail pada 21 Maret. Isinya, tawar­an posisi sebagai relawan di bidang akreditasi. "Proses awalnya semenjak 2016, gres sanggup kepastian yang di e-mail terakhir itu," ujarnya.

Jika merunut dari proses awal, seleksi untuk relawan Piala Dunia 2018 memang dilakukan bertahap. FIFA pada 2016 membuka kesempatan relawan untuk dua acara sekaligus. Yakni, Piala Konfederasi 2017 dan Piala Dunia 2018. Jessica yang terbiasa menjadi relawan guru bahasa Inggris untuk anak SD hingga Sekolah Menengan Atas melamar untuk dua acara itu. "Yang konfederasi gagal, oh ya sudah. Makanya, pas sanggup e-mail Februari sudah feeling paling nggak kepilih lagi. Eh, ternyata lolos," sambungnya.

Seleksi menjadi relawan dilakukan dalam dua tahap. Tes pertama ialah kemampuan bahasa Inggris melalui sejumlah soal seakan-akan tes melamar kerja. Tes kedua ialah wawancara via Skype. Dia ingat betul ketika itu menjalani wawancara pribadi dengan pihak FIFA pada 22 November 2016 pukul 20.00 WIB. "Saya pilih jam 8 malam alasannya ialah waktu itu masih bekerja. Sekalian juga semoga jadwal yang di sana (Eropa) tidak terlalu malam," ujar karyawan salah satu perusahaan biro obat dan makanan itu.

Wawancara selama 40 menit via Skype dilakoni apa adanya. Bahkan, dikala ditanya mengapa menentukan menjadi relawan event sepak bola, Jessica menjawab bahwa dirinya hanya ingin menjadi relawan. Bukan tertarik dengan sepak bolanya. Dikatakan, menjadi relawan ialah salah satu ketertarikannya, dengan tidak menentukan posisi. "Makanya, saya kaget juga kenapa kepilih. Waktu itu bilang emang nggak suka bola. Tapi, pertanyaan-pertanyaan lain memang lebih mengarah ke personality," ungkapnya.

Meski begitu, Jessica dikala ini mulai berguru sedikit wacana sepak bola dan sejarah Piala Dunia melalui video online pembinaan yang dikirim FIFA. Mulai sejarah pertama Piala Dunia, nama-nama pemain legenda Rusia, termasuk sejarah stadion daerah perhelatan Piala Dunia nanti. Jessica juga sudah menerima kepastian akan ditugaskan di Kota Nizhny Novgorod. Stadion dengan kapasitas 45 ribu penonton itu menerima kesempatan menghelat empat jadwal pertandingan, salah satunya ialah Argentina vs Kroasia.

"Saya juga sudah dikasih panduan. Kalau jadi relawan, yang harus dilakuin itu ini, ini, ini. Larangannya juga ini, ini, ini. Semua dikasih via e-mail." Setelah memastikan terpilih, Jessica juga mengetahui bahwa panitia FIFA hanya menanggung biaya hidup relawan dikala berada di Rusia. Lebih spesifik lagi, FIFA hanya menanggung daerah tinggal dan makan selama relawan itu bekerja. Artinya, dikala menerima sif kerja pagi, Jessica hanya menerima jatah makan pagi. Jessica harus mencari biaya sendiri mulai tiket pesawat Rusia-Indonesia pergi pulang hingga biaya makan di luar sif kerja. "Total biaya yang saya butuhkan sekitar Rp 49 juta. Kalau biaya sendiri, mana mungkin," sambungnya.

Meski anak tunggal, semenjak lulus Sekolah Menengan Atas pada 2012, Jessica tidak bisa pribadi kuliah alasannya ialah harus bekerja lebih dahulu me­ngumpulkan biaya. "Karena pas 2012 mau kuliah, papa keluar dari pekerjaan di Kalimantan. Otomatis ekonomi susah. Mama bilang waktu itu kalau buat uang masuk kuliah ada, tapi seterusnya belum. Pilihannya kuliah atau kerja. Saya pilih kerja dulu," ujar anak Heryanto Wijaya, 49, dan Linawati, 50, itu.

Setelah bekerja lima tahun, Jessica hasilnya memenuhi impian untuk kuliah pada 2017. Penghasilannya bekerja dipakai untuk biaya kuliah sambil tetap membagi waktu untuk bekerja. Jessica tidak mau merepotkan sang papa yang gres beberapa bulan ini menjadi driver ojek online dan mamanya yang selama ini membuka warung. "Jadi, teman-teman saya sudah pada lulus, saya gres semester dua, hahaha," katanya.

Hal itulah yang menciptakan Jessica berusaha mencari sponsor biaya melalui situs bantuan kitabisa. Jessica harus mencari dana sponsor alasannya ialah tidak bisa mengandalkan penghasilannya selama bekerja. Untuk dana terbang ke Rusia, Jessica mengaku bantuan di kitabisa belum signifikan. "Terakhir lihat gres Rp 200-an ribu, hehehe." Semangat Jessica untuk menuju Rusia juga sempat terganggu oleh pekerjaan. Ketika mengutarakan niatnya untuk cuti tanpa tanggungan honor kepada atasannya, Jessica menerima tanggapan yang mengejutkan.

"Bos saya malah bilang, gak usah galau. Pilihan kau cuma dua, tetap berangkat namun nanti cari kerjaan lain sesudah pulang atau kau tolak proposal (ke Rusia) itu," cetusnya. Jessica mengaku sempat shock dengan tanggapan atasannya tersebut. Betapa tidak, kesempatannya untuk menjadi relawan sekaligus mengasah kemampuan bahasa Inggris-nya di Rusia melayang. Dia juga semakin resah melihat grup Facebook para relawan Piala Dunia yang beliau ikuti alasannya ialah lebih banyak didominasi sudah menerima izin atau cuti dari perusahaannya.

"Saya sempat sakit hati. Sampai saya unfollow semua gosip FIFA, saya unfollow grup Facebook, e-mail apa pun saya cuekin. Lepasin aja, udahlah nggak dikejar lagi mimpinya," ceritanya. Namun, semenjak mengabaikan semua hal terkait Piala Dunia, justru semakin kepikiran. "Ada yang bilang, daripada sakit hati, bagusnya usahakan semampu yang kau bisa untuk berangkat," sebutnya. Setelah itu, Jessica merasa tidak terbebani dengan posisinya dikala ini.

Dia masih berusaha sekuat tenaga untuk mencari sponsor. Namun, di sisi lain, Jessica mengaku akan legawa jikalau memang hingga batas selesai nanti dirinya tidak menerima cukup dana. "Kalaupun saya berhasil berangkat, mungkin saya akan meninggalkan kantor. Kalau nggak berhasil, yang penting saya sudah berusaha," ungkapnya sambil tersenyum.

Sumber : Jawa Pos

Sangat Viral Jessica Lolos Menjadi Relawan Piala Dunia 2018 Di Rusia

Jessica Lolos Menjadi Relawan Piala Dunia  Sangat Viral Jessica Lolos Menjadi Relawan Piala Dunia 2018 di Rusia

Dua tahun menunggu, Jessica hasilnya terpilih jadi relawan Piala Dunia 2018 di Rusia. Ketika kesempatan sudah terbuka, Jessica malah belum bisa memastikan keberangkatannya. Biaya menjadi hambatan utama.

Surat elektronik yang dinanti-nanti hasilnya tiba. Tanggal 21 Maret kemudian menjadi hari yang tak akan dilupakan Jessica. Gadis 23 tahun itu menerima surat elektronik dari Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA). E-mail dari FIFA itu menawari Jessica untuk menjadi relawan Piala Dunia pada Juni untuk posisi akreditasi. Dia menyisihkan cukup banyak pendaftar. "Sebenarnya nggak kepikiran bakal kepilih. Tapi, pas dibuka kok lolos. Dibaca berkali-kali, nggak salah kirim ini," kata Jessica dikala ditemui Jawa Pos di Cimahi Jumat pekan kemudian (30/3).

Sejatinya, mahasiswi semester dua Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari ABA Bandung itu sudah mendapatkan e-mail kepastian lolos dari FIFA pada Februari Namun, Jessica gres yakin sesudah mendapatkan e-mail pada 21 Maret. Isinya, tawar­an posisi sebagai relawan di bidang akreditasi. "Proses awalnya semenjak 2016, gres sanggup kepastian yang di e-mail terakhir itu," ujarnya.

Jika merunut dari proses awal, seleksi untuk relawan Piala Dunia 2018 memang dilakukan bertahap. FIFA pada 2016 membuka kesempatan relawan untuk dua acara sekaligus. Yakni, Piala Konfederasi 2017 dan Piala Dunia 2018. Jessica yang terbiasa menjadi relawan guru bahasa Inggris untuk anak SD hingga Sekolah Menengan Atas melamar untuk dua acara itu. "Yang konfederasi gagal, oh ya sudah. Makanya, pas sanggup e-mail Februari sudah feeling paling nggak kepilih lagi. Eh, ternyata lolos," sambungnya.

Seleksi menjadi relawan dilakukan dalam dua tahap. Tes pertama ialah kemampuan bahasa Inggris melalui sejumlah soal seakan-akan tes melamar kerja. Tes kedua ialah wawancara via Skype. Dia ingat betul ketika itu menjalani wawancara pribadi dengan pihak FIFA pada 22 November 2016 pukul 20.00 WIB. "Saya pilih jam 8 malam alasannya ialah waktu itu masih bekerja. Sekalian juga semoga jadwal yang di sana (Eropa) tidak terlalu malam," ujar karyawan salah satu perusahaan biro obat dan makanan itu.

Wawancara selama 40 menit via Skype dilakoni apa adanya. Bahkan, dikala ditanya mengapa menentukan menjadi relawan event sepak bola, Jessica menjawab bahwa dirinya hanya ingin menjadi relawan. Bukan tertarik dengan sepak bolanya. Dikatakan, menjadi relawan ialah salah satu ketertarikannya, dengan tidak menentukan posisi. "Makanya, saya kaget juga kenapa kepilih. Waktu itu bilang emang nggak suka bola. Tapi, pertanyaan-pertanyaan lain memang lebih mengarah ke personality," ungkapnya.

Meski begitu, Jessica dikala ini mulai berguru sedikit wacana sepak bola dan sejarah Piala Dunia melalui video online pembinaan yang dikirim FIFA. Mulai sejarah pertama Piala Dunia, nama-nama pemain legenda Rusia, termasuk sejarah stadion daerah perhelatan Piala Dunia nanti. Jessica juga sudah menerima kepastian akan ditugaskan di Kota Nizhny Novgorod. Stadion dengan kapasitas 45 ribu penonton itu menerima kesempatan menghelat empat jadwal pertandingan, salah satunya ialah Argentina vs Kroasia.

"Saya juga sudah dikasih panduan. Kalau jadi relawan, yang harus dilakuin itu ini, ini, ini. Larangannya juga ini, ini, ini. Semua dikasih via e-mail." Setelah memastikan terpilih, Jessica juga mengetahui bahwa panitia FIFA hanya menanggung biaya hidup relawan dikala berada di Rusia. Lebih spesifik lagi, FIFA hanya menanggung daerah tinggal dan makan selama relawan itu bekerja. Artinya, dikala menerima sif kerja pagi, Jessica hanya menerima jatah makan pagi. Jessica harus mencari biaya sendiri mulai tiket pesawat Rusia-Indonesia pergi pulang hingga biaya makan di luar sif kerja. "Total biaya yang saya butuhkan sekitar Rp 49 juta. Kalau biaya sendiri, mana mungkin," sambungnya.

Meski anak tunggal, semenjak lulus Sekolah Menengan Atas pada 2012, Jessica tidak bisa pribadi kuliah alasannya ialah harus bekerja lebih dahulu me­ngumpulkan biaya. "Karena pas 2012 mau kuliah, papa keluar dari pekerjaan di Kalimantan. Otomatis ekonomi susah. Mama bilang waktu itu kalau buat uang masuk kuliah ada, tapi seterusnya belum. Pilihannya kuliah atau kerja. Saya pilih kerja dulu," ujar anak Heryanto Wijaya, 49, dan Linawati, 50, itu.

Setelah bekerja lima tahun, Jessica hasilnya memenuhi impian untuk kuliah pada 2017. Penghasilannya bekerja dipakai untuk biaya kuliah sambil tetap membagi waktu untuk bekerja. Jessica tidak mau merepotkan sang papa yang gres beberapa bulan ini menjadi driver ojek online dan mamanya yang selama ini membuka warung. "Jadi, teman-teman saya sudah pada lulus, saya gres semester dua, hahaha," katanya.

Hal itulah yang menciptakan Jessica berusaha mencari sponsor biaya melalui situs bantuan kitabisa. Jessica harus mencari dana sponsor alasannya ialah tidak bisa mengandalkan penghasilannya selama bekerja. Untuk dana terbang ke Rusia, Jessica mengaku bantuan di kitabisa belum signifikan. "Terakhir lihat gres Rp 200-an ribu, hehehe." Semangat Jessica untuk menuju Rusia juga sempat terganggu oleh pekerjaan. Ketika mengutarakan niatnya untuk cuti tanpa tanggungan honor kepada atasannya, Jessica menerima tanggapan yang mengejutkan.

"Bos saya malah bilang, gak usah galau. Pilihan kau cuma dua, tetap berangkat namun nanti cari kerjaan lain sesudah pulang atau kau tolak proposal (ke Rusia) itu," cetusnya. Jessica mengaku sempat shock dengan tanggapan atasannya tersebut. Betapa tidak, kesempatannya untuk menjadi relawan sekaligus mengasah kemampuan bahasa Inggris-nya di Rusia melayang. Dia juga semakin resah melihat grup Facebook para relawan Piala Dunia yang beliau ikuti alasannya ialah lebih banyak didominasi sudah menerima izin atau cuti dari perusahaannya.

"Saya sempat sakit hati. Sampai saya unfollow semua gosip FIFA, saya unfollow grup Facebook, e-mail apa pun saya cuekin. Lepasin aja, udahlah nggak dikejar lagi mimpinya," ceritanya. Namun, semenjak mengabaikan semua hal terkait Piala Dunia, justru semakin kepikiran. "Ada yang bilang, daripada sakit hati, bagusnya usahakan semampu yang kau bisa untuk berangkat," sebutnya. Setelah itu, Jessica merasa tidak terbebani dengan posisinya dikala ini.

Dia masih berusaha sekuat tenaga untuk mencari sponsor. Namun, di sisi lain, Jessica mengaku akan legawa jikalau memang hingga batas selesai nanti dirinya tidak menerima cukup dana. "Kalaupun saya berhasil berangkat, mungkin saya akan meninggalkan kantor. Kalau nggak berhasil, yang penting saya sudah berusaha," ungkapnya sambil tersenyum.

Sumber : Jawa Pos

Sangat Viral Jessica Lolos Menjadi Relawan Piala Dunia 2018 Di Rusia

Jessica Lolos Menjadi Relawan Piala Dunia  Sangat Viral Jessica Lolos Menjadi Relawan Piala Dunia 2018 di Rusia

Dua tahun menunggu, Jessica hasilnya terpilih jadi relawan Piala Dunia 2018 di Rusia. Ketika kesempatan sudah terbuka, Jessica malah belum bisa memastikan keberangkatannya. Biaya menjadi hambatan utama.

Surat elektronik yang dinanti-nanti hasilnya tiba. Tanggal 21 Maret kemudian menjadi hari yang tak akan dilupakan Jessica. Gadis 23 tahun itu menerima surat elektronik dari Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA). E-mail dari FIFA itu menawari Jessica untuk menjadi relawan Piala Dunia pada Juni untuk posisi akreditasi. Dia menyisihkan cukup banyak pendaftar. "Sebenarnya nggak kepikiran bakal kepilih. Tapi, pas dibuka kok lolos. Dibaca berkali-kali, nggak salah kirim ini," kata Jessica dikala ditemui Jawa Pos di Cimahi Jumat pekan kemudian (30/3).

Sejatinya, mahasiswi semester dua Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari ABA Bandung itu sudah mendapatkan e-mail kepastian lolos dari FIFA pada Februari Namun, Jessica gres yakin sesudah mendapatkan e-mail pada 21 Maret. Isinya, tawar­an posisi sebagai relawan di bidang akreditasi. "Proses awalnya semenjak 2016, gres sanggup kepastian yang di e-mail terakhir itu," ujarnya.

Jika merunut dari proses awal, seleksi untuk relawan Piala Dunia 2018 memang dilakukan bertahap. FIFA pada 2016 membuka kesempatan relawan untuk dua acara sekaligus. Yakni, Piala Konfederasi 2017 dan Piala Dunia 2018. Jessica yang terbiasa menjadi relawan guru bahasa Inggris untuk anak SD hingga Sekolah Menengan Atas melamar untuk dua acara itu. "Yang konfederasi gagal, oh ya sudah. Makanya, pas sanggup e-mail Februari sudah feeling paling nggak kepilih lagi. Eh, ternyata lolos," sambungnya.

Seleksi menjadi relawan dilakukan dalam dua tahap. Tes pertama ialah kemampuan bahasa Inggris melalui sejumlah soal seakan-akan tes melamar kerja. Tes kedua ialah wawancara via Skype. Dia ingat betul ketika itu menjalani wawancara pribadi dengan pihak FIFA pada 22 November 2016 pukul 20.00 WIB. "Saya pilih jam 8 malam alasannya ialah waktu itu masih bekerja. Sekalian juga semoga jadwal yang di sana (Eropa) tidak terlalu malam," ujar karyawan salah satu perusahaan biro obat dan makanan itu.

Wawancara selama 40 menit via Skype dilakoni apa adanya. Bahkan, dikala ditanya mengapa menentukan menjadi relawan event sepak bola, Jessica menjawab bahwa dirinya hanya ingin menjadi relawan. Bukan tertarik dengan sepak bolanya. Dikatakan, menjadi relawan ialah salah satu ketertarikannya, dengan tidak menentukan posisi. "Makanya, saya kaget juga kenapa kepilih. Waktu itu bilang emang nggak suka bola. Tapi, pertanyaan-pertanyaan lain memang lebih mengarah ke personality," ungkapnya.

Meski begitu, Jessica dikala ini mulai berguru sedikit wacana sepak bola dan sejarah Piala Dunia melalui video online pembinaan yang dikirim FIFA. Mulai sejarah pertama Piala Dunia, nama-nama pemain legenda Rusia, termasuk sejarah stadion daerah perhelatan Piala Dunia nanti. Jessica juga sudah menerima kepastian akan ditugaskan di Kota Nizhny Novgorod. Stadion dengan kapasitas 45 ribu penonton itu menerima kesempatan menghelat empat jadwal pertandingan, salah satunya ialah Argentina vs Kroasia.

"Saya juga sudah dikasih panduan. Kalau jadi relawan, yang harus dilakuin itu ini, ini, ini. Larangannya juga ini, ini, ini. Semua dikasih via e-mail." Setelah memastikan terpilih, Jessica juga mengetahui bahwa panitia FIFA hanya menanggung biaya hidup relawan dikala berada di Rusia. Lebih spesifik lagi, FIFA hanya menanggung daerah tinggal dan makan selama relawan itu bekerja. Artinya, dikala menerima sif kerja pagi, Jessica hanya menerima jatah makan pagi. Jessica harus mencari biaya sendiri mulai tiket pesawat Rusia-Indonesia pergi pulang hingga biaya makan di luar sif kerja. "Total biaya yang saya butuhkan sekitar Rp 49 juta. Kalau biaya sendiri, mana mungkin," sambungnya.

Meski anak tunggal, semenjak lulus Sekolah Menengan Atas pada 2012, Jessica tidak bisa pribadi kuliah alasannya ialah harus bekerja lebih dahulu me­ngumpulkan biaya. "Karena pas 2012 mau kuliah, papa keluar dari pekerjaan di Kalimantan. Otomatis ekonomi susah. Mama bilang waktu itu kalau buat uang masuk kuliah ada, tapi seterusnya belum. Pilihannya kuliah atau kerja. Saya pilih kerja dulu," ujar anak Heryanto Wijaya, 49, dan Linawati, 50, itu.

Setelah bekerja lima tahun, Jessica hasilnya memenuhi impian untuk kuliah pada 2017. Penghasilannya bekerja dipakai untuk biaya kuliah sambil tetap membagi waktu untuk bekerja. Jessica tidak mau merepotkan sang papa yang gres beberapa bulan ini menjadi driver ojek online dan mamanya yang selama ini membuka warung. "Jadi, teman-teman saya sudah pada lulus, saya gres semester dua, hahaha," katanya.

Hal itulah yang menciptakan Jessica berusaha mencari sponsor biaya melalui situs bantuan kitabisa. Jessica harus mencari dana sponsor alasannya ialah tidak bisa mengandalkan penghasilannya selama bekerja. Untuk dana terbang ke Rusia, Jessica mengaku bantuan di kitabisa belum signifikan. "Terakhir lihat gres Rp 200-an ribu, hehehe." Semangat Jessica untuk menuju Rusia juga sempat terganggu oleh pekerjaan. Ketika mengutarakan niatnya untuk cuti tanpa tanggungan honor kepada atasannya, Jessica menerima tanggapan yang mengejutkan.

"Bos saya malah bilang, gak usah galau. Pilihan kau cuma dua, tetap berangkat namun nanti cari kerjaan lain sesudah pulang atau kau tolak proposal (ke Rusia) itu," cetusnya. Jessica mengaku sempat shock dengan tanggapan atasannya tersebut. Betapa tidak, kesempatannya untuk menjadi relawan sekaligus mengasah kemampuan bahasa Inggris-nya di Rusia melayang. Dia juga semakin resah melihat grup Facebook para relawan Piala Dunia yang beliau ikuti alasannya ialah lebih banyak didominasi sudah menerima izin atau cuti dari perusahaannya.

"Saya sempat sakit hati. Sampai saya unfollow semua gosip FIFA, saya unfollow grup Facebook, e-mail apa pun saya cuekin. Lepasin aja, udahlah nggak dikejar lagi mimpinya," ceritanya. Namun, semenjak mengabaikan semua hal terkait Piala Dunia, justru semakin kepikiran. "Ada yang bilang, daripada sakit hati, bagusnya usahakan semampu yang kau bisa untuk berangkat," sebutnya. Setelah itu, Jessica merasa tidak terbebani dengan posisinya dikala ini.

Dia masih berusaha sekuat tenaga untuk mencari sponsor. Namun, di sisi lain, Jessica mengaku akan legawa jikalau memang hingga batas selesai nanti dirinya tidak menerima cukup dana. "Kalaupun saya berhasil berangkat, mungkin saya akan meninggalkan kantor. Kalau nggak berhasil, yang penting saya sudah berusaha," ungkapnya sambil tersenyum.

Sumber : Jawa Pos

Rabu, 04 April 2018

Sangat Viral Tendangan Salto Ronaldo Kandaskan Dendam Juventus

Tendangan Salto Ronaldo Kandaskan Dendam Jumventus Sangat Viral Tendangan Salto Ronaldo Kandaskan Dendam Juventus

Awalnya Juventus berharap pertemuannya di perempat final Liga Champion dengan Real Madris, bisa membalaskan dendam kekalahan 4-1 di Final Liga Champion demam isu lalu. Namun, Real Madrid justeru kembali berjaya. Bertemu Juventus dalam langgar leg pertama babak perempat final Liga Champions demam isu 2017/18 yang dihelat di Stadion Allianz, Rabu (4/4/2018) dini hari, Madrid sukses meraih kemenangan dengan skor 3-0. Dua dari tiga gol Madrid dicetak oleh Cristiano Ronaldo, ditambah satu gol dari Marcelo.

Berkat kemenangan ini, Madrid membuka peluang mereka untuk lolos ke babak semifinal Liga Champions demam isu 2017/18. Sedangkan bagi Juventus, kekalahan ini menciptakan langkah mereka melaju ke babak semifinal akan menjadi lebih berat, meski masih ada leg kedua yang akan dihelat di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis, 12 April nanti.

***

Di hadapan puluhan ribu suporter yang memadati Stadion Allianz, Juventus selaku tuan rumah turun dengan gugusan dasar 4-4-2. Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain menjadi duet penyerang di depan, diapit oleh Alex Sandro, Sami Khedira, Rodrigo Bentancur, serta Douglas Costa di lini tengah. Keempat pemain tengah itu juga menjadi pelapis lini pertahanan yang dikomandoi oleh Andrea Barzagli dan Giorgio Chiellini.

Sementara itu, Real Madrid  turun dengan gugusan dasar 4-3-1-2. Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo menjadi dua pemain di depan, diapit oleh Isco yang menjadi gelandang serang di belakang duet penyerang. Berperan sebagai pengatur tempo di tengah yaitu Casemiro, Toni Kroos, dan Luka Modric. Selain menjadi pengatur tempo, ketiganya juga menjadi pelapis bek yang dipimpin oleh Raphael Varane dan Sergio Ramos.

Sejak babak pertama dimulai, Madrid sebagai tim tamu justru lebih banyak mengambil alih jalannya pertandingan. Kehadiran Modric dan Kroos, serta sosok Isco yang aktif mencari ruang di area sepertiga akhir, menciptakan permainan Los Blancos lebih hidup dibandingkan dengan Juventus.

Hasilnya terlihat pada menit ketiga. Lewat sebuah bagan serangan cepat, Madrid bisa unggul lewat sontekan Ronaldo sesudah memanfaatkan umpan dari Isco. Madrid sudah unggul 1-0 atas Juventus bahkan semenjak pertandingan belum memasuki menit kelima.

Tertinggal di awal langgar menciptakan Bianconeri eksklusif berusaha balik menekan Madrid demi mengejar ketertinggalan. Melalui dua sayap mereka, Alex Sandro dan Costa, ditopang oleh pergerakan Kwadwo Asamoah dan Mattia De Sciglio yang berperan sebagai full-back, Juventus berusaha untuk menyerang Madrid dari sisi sayap.

Namun, serangan Juventus ini menjadi sedikit tidak bertaji alasannya yaitu ketiadaan pemain yang sanggup menjadi penyambung di area sepertiga akhir. Selain itu, meski konstan menyerang dari sayap, mereka tak sanggup mengirimkan umpan-umpan matang ke arah Higuain. Penyerang asal Argentina itu bahkan harus turun sedikit ke belakang untuk menjemput bola.

Di sisi lain, Madrid nyaman menyerang alasannya yaitu mereka bisa mengatur distribusi bola dengan baik. Ronaldo beberapa kali mengancam gawang Buffon, bahkan Kroos bisa melesakkan tembakan di luar kotak penalti. Dengan segala keistimewaan ini, skor 1-0 bertahan untuk keunggulan Real Madrid atas Juventus di babak pertama.

Memasuki babak kedua, situasi mulai sedikit berubah. Juventus mulai berani menekan lini pertahanan Madrid. Kembali lewat dua sisi sayap, mereka menyerang pertahanan Madrid yang dikawal oleh  Varane, Ramos, Carvajal, dan Marcelo. Sekilas, Madrid tampak kerepotan.
Apalagi, jikalau mengusut dari statistik, Juventus sempat unggul soal penguasaan bola dari Madrid di awal babak kedua ini. Mereka sempat menorehkan penguasaan bola sebanyak 52%, serta menorehkan tembakan sebanyak 8 kali, buah dari dominasi mereka atas Madrid di awal babak kedua.

Tapi, agresivitas Juventus ini malah berbuah petaka. Diawali oleh masuknya Lucas Vazquez menggantikan Karim Benzema pada menit ke-50, perlahan Madrid mulai menemukan celah untuk melaksanakan serangan balik. Hal itu pun terlihat dari dua proses gol yang terjadi bagi Madrid, masing-masing pada menit ke-64 dan 72.

Pada menit ke-64, mendapatkan umpan silang dari Carvajal, Ronaldo melaksanakan sebuah tendangan akrobatik yang menghujam keras ke gawang Buffon. Pada menit ke-72, bagan serangan apik dari sisi kanan pertahanan Juventus berujung gol brilian Marcelo yang memanfaatkan umpan dari Ronaldo. Skor menjelma 3-0 untuk keunggulan Madrid.

Tertinggal 3-0, Massimiliano Allegri mulai melaksanakan perubahan. Blaise Matuidi, Mario Mandzukic, serta Juan Cuadrado dimasukkan untuk menambah daya serang Madrid. Namun, Madrid juga tidak mau kalah. Mereka memasukkan Marco Asensio dan Mateo Kovacic biar keseimbangan permainan Madrid terjaga.

Hasilnya, di sisa 10 menit babak kedua, Madrid kembali memegang kendali permainan. Secara persentase penguasaan bola, mereka unggul dengan persentase 57%. Dari tembakan yang dilesakkan, mereka berbalik unggul dengan torehan 11 tembakan berbanding 10 tembakan. Dengan segala keunggulan ini, Madrid sukses menorehkan kemenangan 3-0 atas Juventus di leg pertama ini.

Sangat Viral Tendangan Salto Ronaldo Kandaskan Dendam Juventus

Tendangan Salto Ronaldo Kandaskan Dendam Jumventus Sangat Viral Tendangan Salto Ronaldo Kandaskan Dendam Juventus

Awalnya Juventus berharap pertemuannya di perempat final Liga Champion dengan Real Madris, bisa membalaskan dendam kekalahan 4-1 di Final Liga Champion demam isu lalu. Namun, Real Madrid justeru kembali berjaya. Bertemu Juventus dalam langgar leg pertama babak perempat final Liga Champions demam isu 2017/18 yang dihelat di Stadion Allianz, Rabu (4/4/2018) dini hari, Madrid sukses meraih kemenangan dengan skor 3-0. Dua dari tiga gol Madrid dicetak oleh Cristiano Ronaldo, ditambah satu gol dari Marcelo.

Berkat kemenangan ini, Madrid membuka peluang mereka untuk lolos ke babak semifinal Liga Champions demam isu 2017/18. Sedangkan bagi Juventus, kekalahan ini menciptakan langkah mereka melaju ke babak semifinal akan menjadi lebih berat, meski masih ada leg kedua yang akan dihelat di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis, 12 April nanti.

***

Di hadapan puluhan ribu suporter yang memadati Stadion Allianz, Juventus selaku tuan rumah turun dengan gugusan dasar 4-4-2. Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain menjadi duet penyerang di depan, diapit oleh Alex Sandro, Sami Khedira, Rodrigo Bentancur, serta Douglas Costa di lini tengah. Keempat pemain tengah itu juga menjadi pelapis lini pertahanan yang dikomandoi oleh Andrea Barzagli dan Giorgio Chiellini.

Sementara itu, Real Madrid  turun dengan gugusan dasar 4-3-1-2. Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo menjadi dua pemain di depan, diapit oleh Isco yang menjadi gelandang serang di belakang duet penyerang. Berperan sebagai pengatur tempo di tengah yaitu Casemiro, Toni Kroos, dan Luka Modric. Selain menjadi pengatur tempo, ketiganya juga menjadi pelapis bek yang dipimpin oleh Raphael Varane dan Sergio Ramos.

Sejak babak pertama dimulai, Madrid sebagai tim tamu justru lebih banyak mengambil alih jalannya pertandingan. Kehadiran Modric dan Kroos, serta sosok Isco yang aktif mencari ruang di area sepertiga akhir, menciptakan permainan Los Blancos lebih hidup dibandingkan dengan Juventus.

Hasilnya terlihat pada menit ketiga. Lewat sebuah bagan serangan cepat, Madrid bisa unggul lewat sontekan Ronaldo sesudah memanfaatkan umpan dari Isco. Madrid sudah unggul 1-0 atas Juventus bahkan semenjak pertandingan belum memasuki menit kelima.

Tertinggal di awal langgar menciptakan Bianconeri eksklusif berusaha balik menekan Madrid demi mengejar ketertinggalan. Melalui dua sayap mereka, Alex Sandro dan Costa, ditopang oleh pergerakan Kwadwo Asamoah dan Mattia De Sciglio yang berperan sebagai full-back, Juventus berusaha untuk menyerang Madrid dari sisi sayap.

Namun, serangan Juventus ini menjadi sedikit tidak bertaji alasannya yaitu ketiadaan pemain yang sanggup menjadi penyambung di area sepertiga akhir. Selain itu, meski konstan menyerang dari sayap, mereka tak sanggup mengirimkan umpan-umpan matang ke arah Higuain. Penyerang asal Argentina itu bahkan harus turun sedikit ke belakang untuk menjemput bola.

Di sisi lain, Madrid nyaman menyerang alasannya yaitu mereka bisa mengatur distribusi bola dengan baik. Ronaldo beberapa kali mengancam gawang Buffon, bahkan Kroos bisa melesakkan tembakan di luar kotak penalti. Dengan segala keistimewaan ini, skor 1-0 bertahan untuk keunggulan Real Madrid atas Juventus di babak pertama.

Memasuki babak kedua, situasi mulai sedikit berubah. Juventus mulai berani menekan lini pertahanan Madrid. Kembali lewat dua sisi sayap, mereka menyerang pertahanan Madrid yang dikawal oleh  Varane, Ramos, Carvajal, dan Marcelo. Sekilas, Madrid tampak kerepotan.
Apalagi, jikalau mengusut dari statistik, Juventus sempat unggul soal penguasaan bola dari Madrid di awal babak kedua ini. Mereka sempat menorehkan penguasaan bola sebanyak 52%, serta menorehkan tembakan sebanyak 8 kali, buah dari dominasi mereka atas Madrid di awal babak kedua.

Tapi, agresivitas Juventus ini malah berbuah petaka. Diawali oleh masuknya Lucas Vazquez menggantikan Karim Benzema pada menit ke-50, perlahan Madrid mulai menemukan celah untuk melaksanakan serangan balik. Hal itu pun terlihat dari dua proses gol yang terjadi bagi Madrid, masing-masing pada menit ke-64 dan 72.

Pada menit ke-64, mendapatkan umpan silang dari Carvajal, Ronaldo melaksanakan sebuah tendangan akrobatik yang menghujam keras ke gawang Buffon. Pada menit ke-72, bagan serangan apik dari sisi kanan pertahanan Juventus berujung gol brilian Marcelo yang memanfaatkan umpan dari Ronaldo. Skor menjelma 3-0 untuk keunggulan Madrid.

Tertinggal 3-0, Massimiliano Allegri mulai melaksanakan perubahan. Blaise Matuidi, Mario Mandzukic, serta Juan Cuadrado dimasukkan untuk menambah daya serang Madrid. Namun, Madrid juga tidak mau kalah. Mereka memasukkan Marco Asensio dan Mateo Kovacic biar keseimbangan permainan Madrid terjaga.

Hasilnya, di sisa 10 menit babak kedua, Madrid kembali memegang kendali permainan. Secara persentase penguasaan bola, mereka unggul dengan persentase 57%. Dari tembakan yang dilesakkan, mereka berbalik unggul dengan torehan 11 tembakan berbanding 10 tembakan. Dengan segala keunggulan ini, Madrid sukses menorehkan kemenangan 3-0 atas Juventus di leg pertama ini.

Sangat Viral Tendangan Salto Ronaldo Kandaskan Dendam Juventus

Tendangan Salto Ronaldo Kandaskan Dendam Jumventus Sangat Viral Tendangan Salto Ronaldo Kandaskan Dendam Juventus

Awalnya Juventus berharap pertemuannya di perempat final Liga Champion dengan Real Madris, bisa membalaskan dendam kekalahan 4-1 di Final Liga Champion demam isu lalu. Namun, Real Madrid justeru kembali berjaya. Bertemu Juventus dalam langgar leg pertama babak perempat final Liga Champions demam isu 2017/18 yang dihelat di Stadion Allianz, Rabu (4/4/2018) dini hari, Madrid sukses meraih kemenangan dengan skor 3-0. Dua dari tiga gol Madrid dicetak oleh Cristiano Ronaldo, ditambah satu gol dari Marcelo.

Berkat kemenangan ini, Madrid membuka peluang mereka untuk lolos ke babak semifinal Liga Champions demam isu 2017/18. Sedangkan bagi Juventus, kekalahan ini menciptakan langkah mereka melaju ke babak semifinal akan menjadi lebih berat, meski masih ada leg kedua yang akan dihelat di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis, 12 April nanti.

***

Di hadapan puluhan ribu suporter yang memadati Stadion Allianz, Juventus selaku tuan rumah turun dengan gugusan dasar 4-4-2. Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain menjadi duet penyerang di depan, diapit oleh Alex Sandro, Sami Khedira, Rodrigo Bentancur, serta Douglas Costa di lini tengah. Keempat pemain tengah itu juga menjadi pelapis lini pertahanan yang dikomandoi oleh Andrea Barzagli dan Giorgio Chiellini.

Sementara itu, Real Madrid  turun dengan gugusan dasar 4-3-1-2. Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo menjadi dua pemain di depan, diapit oleh Isco yang menjadi gelandang serang di belakang duet penyerang. Berperan sebagai pengatur tempo di tengah yaitu Casemiro, Toni Kroos, dan Luka Modric. Selain menjadi pengatur tempo, ketiganya juga menjadi pelapis bek yang dipimpin oleh Raphael Varane dan Sergio Ramos.

Sejak babak pertama dimulai, Madrid sebagai tim tamu justru lebih banyak mengambil alih jalannya pertandingan. Kehadiran Modric dan Kroos, serta sosok Isco yang aktif mencari ruang di area sepertiga akhir, menciptakan permainan Los Blancos lebih hidup dibandingkan dengan Juventus.

Hasilnya terlihat pada menit ketiga. Lewat sebuah bagan serangan cepat, Madrid bisa unggul lewat sontekan Ronaldo sesudah memanfaatkan umpan dari Isco. Madrid sudah unggul 1-0 atas Juventus bahkan semenjak pertandingan belum memasuki menit kelima.

Tertinggal di awal langgar menciptakan Bianconeri eksklusif berusaha balik menekan Madrid demi mengejar ketertinggalan. Melalui dua sayap mereka, Alex Sandro dan Costa, ditopang oleh pergerakan Kwadwo Asamoah dan Mattia De Sciglio yang berperan sebagai full-back, Juventus berusaha untuk menyerang Madrid dari sisi sayap.

Namun, serangan Juventus ini menjadi sedikit tidak bertaji alasannya yaitu ketiadaan pemain yang sanggup menjadi penyambung di area sepertiga akhir. Selain itu, meski konstan menyerang dari sayap, mereka tak sanggup mengirimkan umpan-umpan matang ke arah Higuain. Penyerang asal Argentina itu bahkan harus turun sedikit ke belakang untuk menjemput bola.

Di sisi lain, Madrid nyaman menyerang alasannya yaitu mereka bisa mengatur distribusi bola dengan baik. Ronaldo beberapa kali mengancam gawang Buffon, bahkan Kroos bisa melesakkan tembakan di luar kotak penalti. Dengan segala keistimewaan ini, skor 1-0 bertahan untuk keunggulan Real Madrid atas Juventus di babak pertama.

Memasuki babak kedua, situasi mulai sedikit berubah. Juventus mulai berani menekan lini pertahanan Madrid. Kembali lewat dua sisi sayap, mereka menyerang pertahanan Madrid yang dikawal oleh  Varane, Ramos, Carvajal, dan Marcelo. Sekilas, Madrid tampak kerepotan.
Apalagi, jikalau mengusut dari statistik, Juventus sempat unggul soal penguasaan bola dari Madrid di awal babak kedua ini. Mereka sempat menorehkan penguasaan bola sebanyak 52%, serta menorehkan tembakan sebanyak 8 kali, buah dari dominasi mereka atas Madrid di awal babak kedua.

Tapi, agresivitas Juventus ini malah berbuah petaka. Diawali oleh masuknya Lucas Vazquez menggantikan Karim Benzema pada menit ke-50, perlahan Madrid mulai menemukan celah untuk melaksanakan serangan balik. Hal itu pun terlihat dari dua proses gol yang terjadi bagi Madrid, masing-masing pada menit ke-64 dan 72.

Pada menit ke-64, mendapatkan umpan silang dari Carvajal, Ronaldo melaksanakan sebuah tendangan akrobatik yang menghujam keras ke gawang Buffon. Pada menit ke-72, bagan serangan apik dari sisi kanan pertahanan Juventus berujung gol brilian Marcelo yang memanfaatkan umpan dari Ronaldo. Skor menjelma 3-0 untuk keunggulan Madrid.

Tertinggal 3-0, Massimiliano Allegri mulai melaksanakan perubahan. Blaise Matuidi, Mario Mandzukic, serta Juan Cuadrado dimasukkan untuk menambah daya serang Madrid. Namun, Madrid juga tidak mau kalah. Mereka memasukkan Marco Asensio dan Mateo Kovacic biar keseimbangan permainan Madrid terjaga.

Hasilnya, di sisa 10 menit babak kedua, Madrid kembali memegang kendali permainan. Secara persentase penguasaan bola, mereka unggul dengan persentase 57%. Dari tembakan yang dilesakkan, mereka berbalik unggul dengan torehan 11 tembakan berbanding 10 tembakan. Dengan segala keunggulan ini, Madrid sukses menorehkan kemenangan 3-0 atas Juventus di leg pertama ini.

Selasa, 03 April 2018

Sangat Viral Aroma Balas Dendam Juventus Vs Real Madrid Dini Hari Nanti


Juventus akan menjamu Real Madrid pada leg 1 babak perempat final Liga Champions 2017-2018 yang berlangsung di Allianz Stadium, Selasa (3/4/2018) atau Rabu (4/4/2018) dini hari WIB. Laga ini kental dengan aroma balas dendam buat La Vecchia Signora.

Pertemuan ini menjadi yang pertama sehabis final Liga Champions 2016-2017. Ketika itu, Juventus harus menanggung luka sehabis takluk 1-4 dari Real Madrid.

Namun, tabrak nanti akan terasa berbeda mengingat akan berlangsung dalam dua pertemuan. Pada edisi terakhir ketika kedua tim berjumpa di fase knock-out, Juventus punya memori bagus. Pada trend 2014-2015 tepatnya di babak semifinal, klub asal Turin menyingkirkan Madrid dengan agregat 3-2.

Juventus juga punya modal manis untuk tabrak nanti mengingat akan bermain di kandang. Klub asal Italia tak terkalahkan dalam enam pertandingan terakhir ketika menjamu Madrid di kandang. Terakhir, Juventus dipermalukan Madrid di depan pendukung sendiri terjadi ketika kalah 1-3 pada trend 1086-1987.

Pelatih Massimiliano Allegri pun menyebut timnya ketika ini sangat antusias untuk menghadapi Real Madrid. Menurut Allegri, anak asuhnya siap untuk merampungkan dendam final trend kemudian dan akan berjuang mati-matian dalam dua pertemuan kontra Los Blancos trend ini.

"Kami sadar akan menghadapi tim terkuat di Liga Champions. Saya telah menyaksikan cuplikan final Cardiff berulang-ulang kali. Jadi, aku arasa kami telah berkembang untuk menangani situasi sulit dibanding trend lalu," kata Allegri ibarat dikutip situs resmi UEFA, Selasa (3/4/2018).

"Kami harus selalu mencoba untuk tetap dalam permainan. Sebab, pertandingan ini akan berlangsung selama 180 menit yakni dua leg," ujar Allegri.

Sementara itu, Real Madrid sadar melawan Juventus tak akan menjadi tabrak yang mudah. Pelatih Zinedine Zidane bahkan menyebut tim tuan rumah mempunyai potensi untuk menyulitkan laju timnya trend ini.

"Juventus selalu menjadi klub yang sangat tangguh dan mereka telah membuktikannya trend ini. Mereka ialah tim yang komplet dan kami harus sangat berhati-hati dengan lini pertahanan mereka yang kuat. Selain itu, para penyerang mereka juga berbahaya. Seperti yang aku katakan, mereka berpengaruh di segala lini," ujar Zidane.

Pertandingan nanti menjadi pertemuan ke-20 kedua tim di kompetisi Eropa. Sejauh ini, Real Madrid masih secara umum dikuasai dengan sembilan kemenangan, Juventus meraih delapan kemenangan, dan dua tabrak berakhir imbang. Uniknya, kedua tim sama-sama mencetak 22 gol dalam 19 pertemuan terakhir.

Statistik dan Catatan Pertemuan Kedua Tim

Prakiraan susunan pemain

Juventus: Gianluigi Buffon; Mattia De Sciglio, Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, Alex Sandro; Sami Khedira, Blaise Matuidi; Juan Cuadrado, Paulo Dybala, Douglas Costa; Gonzalo Higuain
Pelatih: Massimiliano Allegri (Italia)

Real Madrid: Keylor Navas; Dani Carvajal, Raphael Varane, Sergio Ramos, Marcelo; Luka Modric, Casemiro, Toni Kross; Isco; Karim Benzema, Cristiano Ronaldo
Pelatih: Zinedine Zidane (Prancis)

Head to Head

03/06/2017 Juventus 1-4 Real Madrid (Liga Champions)
13/05/2015 Real Madrid 1-1 Juventus (Liga Champions)
05/05/2015 Juventus 2-1 Real Madrid (Liga Champions)
05/11/2013 Juventus 2-2 Real Madrid (Liga Champions)
23/10/2013 Real Madrid 2-1 Juventus (Liga Champions)

Lima pertandingan terakhir Juventus

08/03/18 Tottenham Hotspur 1-2 Juventus (Liga Champions)
11/03/18 Juventus 2-0 Udinese (Serie A)
15/03/18 Juventus 2-0 Atalanta (Serie A)
18/03/18 SPAL 0-0 Juventus (Serie A)
01/04/18 Juventus 3-1 Milan (Serie A)

Lima pertandingan terakhir Real Madrid

04/03/18 Real Madrid 3-1 Getafe (Liga Spanyol)
07/03/18 Paris Saint-Germain 1-2 Real Madrid (Liga Champions)
10/03/18 Eibar 1-2 Real Madrid (Liga Spanyol)
19/03/18 Real Madrid 6-3 Girona (Liga Spanyol)
31/03/18 Las Palmas 0-3 Real Madrid (Liga Spanyol)

Prediksi : Juventus 50-50 Real Madrid

Sumber: Berbagai Sumber