This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 21 Oktober 2017

Sangat Viral Ninas Madridista, Sebutan Untuk Fans Wanita Real Madrid


Kecintaan masyarakat Indonesia pada klub raksasa Spanyol, Real Madrid, rupanya tidak hanya dimiliki kaum pria saja. Para perempuan dari banyak sekali usia pun banyak yang menyukai klub peraih sembilan gelar Liga Champions itu.

Ninas, begitulah kelompok perempuan pecinta Madrid ini menamakan dirinya. Mereka sudah mematenkan nama tersebut semenjak Madridista Indonesia bangkit secara resmi pada 20 Januari 2007 lalu. Madridista Indonesia sendiri merupakan sebutan untuk kelompok suporter pecinta Madrid di Indonesia.

Ninas berasal dari bahasa Spanyol yang artinya perempuan. Dengan alasan sesederhana itu, dipilihlah kata Ninas untuk dijadikan nama suporter perempuan Madrid. Ninas Madridista juga mempunyai aktivitas sendiri, ibarat futsal, arisan, gathering, atau sekadar kumpul untuk jalan-jalan bareng.

Pada aktivitas nonton bareng (nobar), Ninas jarang absen. Mereka sering hadir untuk menawarkan warna tersendiri dalam memberikan pinjaman buat skuat Los Galacticos.



Sumber : Liputan6.com dan Ninas Madridista




Sangat Viral Ninas Madridista, Sebutan Untuk Fans Wanita Real Madrid


Kecintaan masyarakat Indonesia pada klub raksasa Spanyol, Real Madrid, rupanya tidak hanya dimiliki kaum pria saja. Para perempuan dari banyak sekali usia pun banyak yang menyukai klub peraih sembilan gelar Liga Champions itu.

Ninas, begitulah kelompok perempuan pecinta Madrid ini menamakan dirinya. Mereka sudah mematenkan nama tersebut semenjak Madridista Indonesia bangkit secara resmi pada 20 Januari 2007 lalu. Madridista Indonesia sendiri merupakan sebutan untuk kelompok suporter pecinta Madrid di Indonesia.

Ninas berasal dari bahasa Spanyol yang artinya perempuan. Dengan alasan sesederhana itu, dipilihlah kata Ninas untuk dijadikan nama suporter perempuan Madrid. Ninas Madridista juga mempunyai aktivitas sendiri, ibarat futsal, arisan, gathering, atau sekadar kumpul untuk jalan-jalan bareng.

Pada aktivitas nonton bareng (nobar), Ninas jarang absen. Mereka sering hadir untuk menawarkan warna tersendiri dalam memberikan pinjaman buat skuat Los Galacticos.



Sumber : Liputan6.com dan Ninas Madridista




Sangat Viral Sejarah Madridista Indonesia; Bermula Dari Mailinglist Di Awal Reformasi



Madridista Indonesia ialah daerah para pecinta klub Real Madrid di Indonesia. Dengan bertambahnya anggota, MI pun berharap menjadi sebuah fans club Spanyol besar di Indonesia.
Madridista Indonesia, organisasi tidak resmi bagi para penggemar bola khususnya klub Real Madrid di Indonesia ini diprakarsai oleh Donnie Irawan melalui mailing-list (realmadrid@yahoogroups.com) di tahun 1998. Namun perkembangan mailing list pada ketika itu masih belum ramai dan seaktif sekarang, sehingga perlahan-lahan mailing-list tersebut padam.

Di tahun 2002, Donie mencoba menciptakan kembali mailing-list dengan nama berbeda yaitu realmadridfc_indonesia@yahoogroups.com, yang ketika ini masih terus aktif. Para anggota di mailing-list sebelumnya diundang kembali untuk bergabung di mailing-list, tujuannya tak lain ialah untuk meramaikan kembali mailing-list dan menjaga keutuhan para penggemar madrid di Indonesia yang sudah terkumpul. Namun perkembangan melalui mailing-list hanya begitu-begitu saja, kadang fakum (kosong/idle), kadang ramai, dan anggota yang memperlihatkan donasi di mailing-list tidak begitu besar jumlahnya.

Menyadari hal itu, para anggota mailing-list (yang umumnya anggota baru, atau anggota usang tapi gres aktif) dan Donnie sendiri sebagai mailing-list owner mencoba untuk menciptakan suatu instruksi semoga para anggota yang sudah terkumpul ini mendapat hal yang lain dari sekedar posting dan baca mailing-list, yaitu membentuk suatu organisasi bagi para penggemar Real Madrid.

Hal tersebut gres terealisasikan pada tahun 2007 melalui gathering-gathering yang sering diadakan oleh para anggota. Di kesempatan gathering pula Donnie mencoba sharing ihwal acara dan perjuangan yang ia lakukan dengan fans club ini.

Berbuah dari hasil sharing itulah, alhasil para anggota mulai serius untuk membentuk fans club ini. Tidak sedikit hambatan yang ditemui, dari sulitnya bertemu antar anggota, hingga sulitnya menghubungi pihak Real Madrid sendiri untuk sekedar izin atau info existensi Madridista Indonesia.

Walaupun begitu, para anggota tetap semangat untuk terus maju bersama anggota-anggota lainnya membentuk Madridista Indonesia menjadi sebuah fans club Spanyol besar di Indonesia.

Dan terbantu oleh pesatnya perkembangan internet maka kini semakin gampang bagi kami untuk terus maju, mengumpulkan dan mengkordinir serta mewadahi para Madridista khususnya yang ada di Indonesia untuk bersatu dalam wadah "Pena Real Madrid de Indonesia"

Berdiri pada tanggal 20 Januari 2007 di Jakarta. Dalam perjalanannya komunitas ini mengalami perkembangan yang sangat pesat dari jumlah member dan regional. Pada tanggal 5 Oktober 2012 Peña Real Madrid Indonesia menjadi official fans yang ada di Indonesia dan telah mendapat surat resmi dari tim Real Madrid di Spanyol.

Peña Real Madrid de Indonesia (PRMI) memiliki kurang lebih 10.000 member dan 47 regional resmi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan performa tim Real Madrid yang selalu stabil setiap musimnya dan inovasi-inovasi yang dilakukan oleh PRMI, maka komunitas ini akan terus berkembang. Untuk ketika ini ada sekitar 30 calon regional yang akan bergabung menjadi bab dari Peña Real Madrid de Indonesia.

Tiga kali Gathering Nasional, telah kami gelar di Jogja (2012) dan Bali (2013), dan ketiga Gathering Nasional Peña Real Madrid de Indonesia diadakan di Batu Malang pada November 2015 yang lalu.

Sumber : Dari aneka macam blog dan fanspage Real Madrid



Sangat Viral Sejarah Madridista Indonesia; Bermula Dari Mailinglist Di Awal Reformasi



Madridista Indonesia ialah daerah para pecinta klub Real Madrid di Indonesia. Dengan bertambahnya anggota, MI pun berharap menjadi sebuah fans club Spanyol besar di Indonesia.
Madridista Indonesia, organisasi tidak resmi bagi para penggemar bola khususnya klub Real Madrid di Indonesia ini diprakarsai oleh Donnie Irawan melalui mailing-list (realmadrid@yahoogroups.com) di tahun 1998. Namun perkembangan mailing list pada ketika itu masih belum ramai dan seaktif sekarang, sehingga perlahan-lahan mailing-list tersebut padam.

Di tahun 2002, Donie mencoba menciptakan kembali mailing-list dengan nama berbeda yaitu realmadridfc_indonesia@yahoogroups.com, yang ketika ini masih terus aktif. Para anggota di mailing-list sebelumnya diundang kembali untuk bergabung di mailing-list, tujuannya tak lain ialah untuk meramaikan kembali mailing-list dan menjaga keutuhan para penggemar madrid di Indonesia yang sudah terkumpul. Namun perkembangan melalui mailing-list hanya begitu-begitu saja, kadang fakum (kosong/idle), kadang ramai, dan anggota yang memperlihatkan donasi di mailing-list tidak begitu besar jumlahnya.

Menyadari hal itu, para anggota mailing-list (yang umumnya anggota baru, atau anggota usang tapi gres aktif) dan Donnie sendiri sebagai mailing-list owner mencoba untuk menciptakan suatu instruksi semoga para anggota yang sudah terkumpul ini mendapat hal yang lain dari sekedar posting dan baca mailing-list, yaitu membentuk suatu organisasi bagi para penggemar Real Madrid.

Hal tersebut gres terealisasikan pada tahun 2007 melalui gathering-gathering yang sering diadakan oleh para anggota. Di kesempatan gathering pula Donnie mencoba sharing ihwal acara dan perjuangan yang ia lakukan dengan fans club ini.

Berbuah dari hasil sharing itulah, alhasil para anggota mulai serius untuk membentuk fans club ini. Tidak sedikit hambatan yang ditemui, dari sulitnya bertemu antar anggota, hingga sulitnya menghubungi pihak Real Madrid sendiri untuk sekedar izin atau info existensi Madridista Indonesia.

Walaupun begitu, para anggota tetap semangat untuk terus maju bersama anggota-anggota lainnya membentuk Madridista Indonesia menjadi sebuah fans club Spanyol besar di Indonesia.

Dan terbantu oleh pesatnya perkembangan internet maka kini semakin gampang bagi kami untuk terus maju, mengumpulkan dan mengkordinir serta mewadahi para Madridista khususnya yang ada di Indonesia untuk bersatu dalam wadah "Pena Real Madrid de Indonesia"

Berdiri pada tanggal 20 Januari 2007 di Jakarta. Dalam perjalanannya komunitas ini mengalami perkembangan yang sangat pesat dari jumlah member dan regional. Pada tanggal 5 Oktober 2012 Peña Real Madrid Indonesia menjadi official fans yang ada di Indonesia dan telah mendapat surat resmi dari tim Real Madrid di Spanyol.

Peña Real Madrid de Indonesia (PRMI) memiliki kurang lebih 10.000 member dan 47 regional resmi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan performa tim Real Madrid yang selalu stabil setiap musimnya dan inovasi-inovasi yang dilakukan oleh PRMI, maka komunitas ini akan terus berkembang. Untuk ketika ini ada sekitar 30 calon regional yang akan bergabung menjadi bab dari Peña Real Madrid de Indonesia.

Tiga kali Gathering Nasional, telah kami gelar di Jogja (2012) dan Bali (2013), dan ketiga Gathering Nasional Peña Real Madrid de Indonesia diadakan di Batu Malang pada November 2015 yang lalu.

Sumber : Dari aneka macam blog dan fanspage Real Madrid



Sangat Viral Kostum Dan Sejarah Perubahan Logo Real Madrid Dari Kala Ke Masa




Kostum atau jersey atau seragam ialah hal yang tak sanggup dilepaskan dari sepakbola. Seiring berkembangnya zaman hukum jersey dan teknologi yang digunakannya pun berubah-rubah. Pada final era 18, ketika sepakbola mulai terkenal di Inggris hukum menyangkut jersey belum ditetapkan oleh FA alasannya ialah pemain sanggup menggunakan pakaian apapun yang mereka sukai.



Pada tahun 1891, Fa menetapkan semua klub wajib menggunakan pakaian yang seragam. Setiap klub didata untuk mendaftarkan warna kaus mereka. Di masa itu jersey sepakbola awalnya berat, alasannya ialah berbahan wol dan berlengan panjang, ada yang tak menggunakan kerah, ada pula yang menggunakan pengencang leher dengan menggunakan tali. Celana yang lazim digunakan ialah celana panjang. Istilah penyebutan celana panjang ini ialah knickerbocker

Pada era final era 18, ada sebuah hukum bahwa tim tuan rumah harus berganti kostum jikalau seragamnya sama dengan kostum tim tamu. Aturan ini lalu dirubah tahun 1921 yang tetap bertahan hingga sekarang.

Memasuki era 19 kain katun mulai digunakan sebagai jersey. Kaus menjadi lebih ringan dengan bagian rumit dan berkerah.Pada masa ini jersey sudah menggunakan nomer punggung pemain, hukum penomeran jersey disahkan pada tahun 1928.

Di pertengahan era 19 tepatnya dekade 50-60an mulailah materi sintetis digunakan dalam jersey sepakbola. Mulai terkenal menggunakan emblem klub atau logo yang ditempelkan ke jersey. Dalam sisi kerah, pada dekade ini muai terkenal penggunaan kerah berbentuk "V"

Pada dekade 1970-an, apparel-aparrel mulai menyerbu sepakbola. Logo-logo apparel mulain muncul di seragam-seragam. Hadirnya menciptakan ada sebuah hukum yang diterobos. Sejak awal era 19, ada sebuah hukum tak tertulis bahwa seragam kiper harus berwarna hijau. Masuknya apparel menciptakan regulasi melonggar dan mengizinkan pabrika bereksperimen dengan desain.

PAda dekade 1980-1990an mulailah jersey seragam sanggup menghasilkan uang dengan memperlihatkan ruang untuk sponsor melekat disana. Dari sisi desain mulai muncul garis bayangan yang melintas dan membujur pada jersey. Mulai juga nomer punggung terpampang di dada sang pemain.

Di awal 2000-an teknologi jersey semakin canggih. materi lycra, dri-fit mulai dipakai. sistem distribusi ventilasi angin pun mulai dipikirkan lewat panel berongga pada kain jersey. Tak jarang jersey kini sanggup dipasang sebuah alat canggih untuk sanggup mengukur detak jantung, tingkat kelelahan dan lain-lain. Jersey yang hanya sebatas pembeda dengan tim lawan kini sanggup jadi sebagai ajang pamer teknologi sekaligus peraup untuk jutaan dollar bagi klub.

Pola Kostum Real Madrid



Warna tradisional kostum Real Madrid untuk pertandingan sangkar ialah putih, meskipun awalnya mengadopsi garis miring biru di kaus mereka (desain itu disimpan di logo klub), tetapi kini ini desain tersebut tidak digunakan lagi. Kaus kaki pertama yang digunakan berwarna biru gelap. Kaus bergaris biru lalu digantikan oleh kaus polos berwarna putih yang mengadopsi model dari klub Corinthians pada tahun 1902. Pada tahun yang sama, kaus kaki biru diganti dengan warna hitam. Pada awal 1940-an, administrasi tim mengganti model kostum mereka dengan menambahkan kancing pada kaus mereka dan penempatan logo klub di sebelah kiri yang bertahan hingga ketika ini. Pada 23 November 1947, dalam pertandingan melawan Atlético Madrid di Stadion Metropolitan, Real Madrid menjadi tim Spanyol pertama yang mengenakan kaus bernomor. Sementara, warna tradisional kostum Real Madrid untuk pertandingan tandang ialah hitam atau terkadang ungu.

Perlengkapan klub ketika ini diproduksi oleh Adidas yang kontraknya dimulai semenjak tahun 1998. Kaus pertama Real Madrid disponsori oleh Zanussi, yang disepakati untuk animo 1982—1983, 1983—1984, dan 1984—1985. Setelah itu, Real Madrid disponsori oleh Parmalat dan Otaysa, sebelum kontrak jangka panjang dijalin bersama Teka pada tahun 1992. Pada tahun 2001, Real Madrid mengakhiri kontrak mereka dengan Teka dan untuk satu animo digunakan logo Realmadrid.com untuk mempromosikan situs web resmi klub. Kemudian, pada tahun 2002, mereka megadakan janji yang ditandatangani dengan Siemens Mobile dan pada tahun 2006, logo BenQ Siemens muncul di kaus klub. Kemudian sponsor berikutnya Real Madrid menjadi Bwin.com untuk persoalan ekonomi BenQ Siemens. Sponsor ketika ini ialah Fly Emirates.

Produsen kostum dan sponsor kaus

Periode
Pemasok kostum
Sponsor di kaus
1980–1982
Tidak ada
1982–1985
1985–1989
1989–1991
Reny Picot
1991–1992
Otaysa
1992–1994
Teka
1994–1998
1998–2001
2001–2002
2002–2005
2005–2006
2006–2007
2007–2011
2011–2013
2013–2018


Sejarah Logo Real Madrid


1902-1908


Saat pertama kali terbentuk pada 6 Maret 1902, Real Madrid sudah punya lambang sedrehana dengan goresan pena MCF berwarna putih yang merupakan kependekan dari Madrid Club de Futbol. Logo ini berbentuk bulat dengan warna dasar biru tua.

1908-1920

Pada 1908, Madrid menggunakan logo goresan pena MCF dengan suplemen bulat dan perubahan model goresan pena MCF yang dibentuk lebih tipis.

1920-1931

Perubahan signifikan terjadi pada logo Madrid mulai 1920. Kala itu Raja Alfonso XIII memperlihatkan status kebangsawanan sehingga Madrid mulai menggunakan nama Real Madrid Club de Futbol. Real sanggup diartikan sebagai Royal. Mulai ketika itu pula, gambar mahkota mulai ditambahkan di bab atas logo los Merengues. Tapi warna biru dan putih masih mendominasi logo tersebut.

1931-1941

Saat pemerintahan dibubarkan pada 1931, semua simbol yang berkaitan -termasuk gambar mahkota dan penggunaan kata Real- dihilangkan. Meski begitu, pihak klub coba mempertahankan unsur kerajaan dengan mengganti gambar mahkota pada logo Madrid dengan garis tebal melintang bewarna ungu. Sebagai catatan, warna ungu merupakan warna yang menjadi ciri khas kerajaan di Madrid. Sementara itu, goresan pena MCF yang sebelumnya berwarna biru bermetamorfosis emas.

1941-1997

Ketika perang sipil berakhir pada 1941, gambar mahkota kerajaan kembali digunakan pada logo Madrid. Tapi garis ungu melintang tetap dipertahankan. Berbeda dari sebelumnya, logo madrid dibentuk berwarna dan didominasi warna emas. Nama klub pun kembali menjadi Real Madrid lub de Futbol (RMCF).

1997-2001

Pada 1997, terjadi sedikit perubahan pada logo Madrid khususnya pada bentuk mahkota yang dibentuk lebih kecil dan sederhana. Sementara itu, garis ungu melintang bermetamorfosis biru tua.

2001-Sekarang

Mengikuti perkembangan zaman di era 21, Madrid melaksanakan perubahan kecil pada logonya, yaitu goresan pena MCF diadaptasi dengan ukuran bulat dan dipertegas dengan garis pinggir berwarna biru tua.



Sumber : Wikipedia, Real Madrid FC dan Blog Sport.

Sangat Viral Kostum Dan Sejarah Perubahan Logo Real Madrid Dari Kala Ke Masa




Kostum atau jersey atau seragam ialah hal yang tak sanggup dilepaskan dari sepakbola. Seiring berkembangnya zaman hukum jersey dan teknologi yang digunakannya pun berubah-rubah. Pada final era 18, ketika sepakbola mulai terkenal di Inggris hukum menyangkut jersey belum ditetapkan oleh FA alasannya ialah pemain sanggup menggunakan pakaian apapun yang mereka sukai.



Pada tahun 1891, Fa menetapkan semua klub wajib menggunakan pakaian yang seragam. Setiap klub didata untuk mendaftarkan warna kaus mereka. Di masa itu jersey sepakbola awalnya berat, alasannya ialah berbahan wol dan berlengan panjang, ada yang tak menggunakan kerah, ada pula yang menggunakan pengencang leher dengan menggunakan tali. Celana yang lazim digunakan ialah celana panjang. Istilah penyebutan celana panjang ini ialah knickerbocker

Pada era final era 18, ada sebuah hukum bahwa tim tuan rumah harus berganti kostum jikalau seragamnya sama dengan kostum tim tamu. Aturan ini lalu dirubah tahun 1921 yang tetap bertahan hingga sekarang.

Memasuki era 19 kain katun mulai digunakan sebagai jersey. Kaus menjadi lebih ringan dengan bagian rumit dan berkerah.Pada masa ini jersey sudah menggunakan nomer punggung pemain, hukum penomeran jersey disahkan pada tahun 1928.

Di pertengahan era 19 tepatnya dekade 50-60an mulailah materi sintetis digunakan dalam jersey sepakbola. Mulai terkenal menggunakan emblem klub atau logo yang ditempelkan ke jersey. Dalam sisi kerah, pada dekade ini muai terkenal penggunaan kerah berbentuk "V"

Pada dekade 1970-an, apparel-aparrel mulai menyerbu sepakbola. Logo-logo apparel mulain muncul di seragam-seragam. Hadirnya menciptakan ada sebuah hukum yang diterobos. Sejak awal era 19, ada sebuah hukum tak tertulis bahwa seragam kiper harus berwarna hijau. Masuknya apparel menciptakan regulasi melonggar dan mengizinkan pabrika bereksperimen dengan desain.

PAda dekade 1980-1990an mulailah jersey seragam sanggup menghasilkan uang dengan memperlihatkan ruang untuk sponsor melekat disana. Dari sisi desain mulai muncul garis bayangan yang melintas dan membujur pada jersey. Mulai juga nomer punggung terpampang di dada sang pemain.

Di awal 2000-an teknologi jersey semakin canggih. materi lycra, dri-fit mulai dipakai. sistem distribusi ventilasi angin pun mulai dipikirkan lewat panel berongga pada kain jersey. Tak jarang jersey kini sanggup dipasang sebuah alat canggih untuk sanggup mengukur detak jantung, tingkat kelelahan dan lain-lain. Jersey yang hanya sebatas pembeda dengan tim lawan kini sanggup jadi sebagai ajang pamer teknologi sekaligus peraup untuk jutaan dollar bagi klub.

Pola Kostum Real Madrid



Warna tradisional kostum Real Madrid untuk pertandingan sangkar ialah putih, meskipun awalnya mengadopsi garis miring biru di kaus mereka (desain itu disimpan di logo klub), tetapi kini ini desain tersebut tidak digunakan lagi. Kaus kaki pertama yang digunakan berwarna biru gelap. Kaus bergaris biru lalu digantikan oleh kaus polos berwarna putih yang mengadopsi model dari klub Corinthians pada tahun 1902. Pada tahun yang sama, kaus kaki biru diganti dengan warna hitam. Pada awal 1940-an, administrasi tim mengganti model kostum mereka dengan menambahkan kancing pada kaus mereka dan penempatan logo klub di sebelah kiri yang bertahan hingga ketika ini. Pada 23 November 1947, dalam pertandingan melawan Atlético Madrid di Stadion Metropolitan, Real Madrid menjadi tim Spanyol pertama yang mengenakan kaus bernomor. Sementara, warna tradisional kostum Real Madrid untuk pertandingan tandang ialah hitam atau terkadang ungu.

Perlengkapan klub ketika ini diproduksi oleh Adidas yang kontraknya dimulai semenjak tahun 1998. Kaus pertama Real Madrid disponsori oleh Zanussi, yang disepakati untuk animo 1982—1983, 1983—1984, dan 1984—1985. Setelah itu, Real Madrid disponsori oleh Parmalat dan Otaysa, sebelum kontrak jangka panjang dijalin bersama Teka pada tahun 1992. Pada tahun 2001, Real Madrid mengakhiri kontrak mereka dengan Teka dan untuk satu animo digunakan logo Realmadrid.com untuk mempromosikan situs web resmi klub. Kemudian, pada tahun 2002, mereka megadakan janji yang ditandatangani dengan Siemens Mobile dan pada tahun 2006, logo BenQ Siemens muncul di kaus klub. Kemudian sponsor berikutnya Real Madrid menjadi Bwin.com untuk persoalan ekonomi BenQ Siemens. Sponsor ketika ini ialah Fly Emirates.

Produsen kostum dan sponsor kaus

Periode
Pemasok kostum
Sponsor di kaus
1980–1982
Tidak ada
1982–1985
1985–1989
1989–1991
Reny Picot
1991–1992
Otaysa
1992–1994
Teka
1994–1998
1998–2001
2001–2002
2002–2005
2005–2006
2006–2007
2007–2011
2011–2013
2013–2018


Sejarah Logo Real Madrid


1902-1908


Saat pertama kali terbentuk pada 6 Maret 1902, Real Madrid sudah punya lambang sedrehana dengan goresan pena MCF berwarna putih yang merupakan kependekan dari Madrid Club de Futbol. Logo ini berbentuk bulat dengan warna dasar biru tua.

1908-1920

Pada 1908, Madrid menggunakan logo goresan pena MCF dengan suplemen bulat dan perubahan model goresan pena MCF yang dibentuk lebih tipis.

1920-1931

Perubahan signifikan terjadi pada logo Madrid mulai 1920. Kala itu Raja Alfonso XIII memperlihatkan status kebangsawanan sehingga Madrid mulai menggunakan nama Real Madrid Club de Futbol. Real sanggup diartikan sebagai Royal. Mulai ketika itu pula, gambar mahkota mulai ditambahkan di bab atas logo los Merengues. Tapi warna biru dan putih masih mendominasi logo tersebut.

1931-1941

Saat pemerintahan dibubarkan pada 1931, semua simbol yang berkaitan -termasuk gambar mahkota dan penggunaan kata Real- dihilangkan. Meski begitu, pihak klub coba mempertahankan unsur kerajaan dengan mengganti gambar mahkota pada logo Madrid dengan garis tebal melintang bewarna ungu. Sebagai catatan, warna ungu merupakan warna yang menjadi ciri khas kerajaan di Madrid. Sementara itu, goresan pena MCF yang sebelumnya berwarna biru bermetamorfosis emas.

1941-1997

Ketika perang sipil berakhir pada 1941, gambar mahkota kerajaan kembali digunakan pada logo Madrid. Tapi garis ungu melintang tetap dipertahankan. Berbeda dari sebelumnya, logo madrid dibentuk berwarna dan didominasi warna emas. Nama klub pun kembali menjadi Real Madrid lub de Futbol (RMCF).

1997-2001

Pada 1997, terjadi sedikit perubahan pada logo Madrid khususnya pada bentuk mahkota yang dibentuk lebih kecil dan sederhana. Sementara itu, garis ungu melintang bermetamorfosis biru tua.

2001-Sekarang

Mengikuti perkembangan zaman di era 21, Madrid melaksanakan perubahan kecil pada logonya, yaitu goresan pena MCF diadaptasi dengan ukuran bulat dan dipertegas dengan garis pinggir berwarna biru tua.



Sumber : Wikipedia, Real Madrid FC dan Blog Sport.

Sangat Viral Sejarah Dan Perjalanan Real Madrid Sebagai Sebuah Club



Awal mula (1897–1945)

Awal mula Real Madrid dimulai ketika sepak bola diperkenalkan ke Madrid oleh para akademisi dan mahasiswa dari Institución libre de enseñanza yang di dalamnya termasuk beberapa lulusan dari Universitas Oxford dan Universitas Cambridge. Mereka mendirikan Football Club Sky pada 1897 yang kemudian kerap bermain sepak bola secara rutin pada hari Minggu pagi di Moncloa. Klub ini kemudian terpecah menjadi dua pada tahun 1900, yaitu: New Foot-Ball de Madrid dan Club Español de Madrid. Klub terakhir terpecah lagi pada tahun 1902 yang kemudian menghasilkan pembentukan Madrid Football Club pada tanggal 6 Maret 1902.



Tiga tahun sesudah berdirinya, pada tahun 1905, Madrid FC merebut gelar pertama sesudah mengalahkan Athletic Bilbao pada final Copa del Rey. Klub ini menjadi salah satu anggota pendiri dari Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol pada 4 Januari 1909 ketika presiden klub Adolfo Meléndez menandatangani perjanjian dasar pendirian Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol. Dengan beberapa alasan, klub ini kemudian pindah ke Campo de O'Donnell pada tahun 1912.

Pada tahun 1920, nama klub diubah menjadi Real Madrid sesudah Alfonso XIII dari Spanyol memperbolehkan klub menggunakan kata Real—yang berarti kerajaan—kepada klub ini.

Pada tahun 1929, Liga Spanyol didirikan. Real Madrid memimpin isu terkini pertama liga hingga pertandingan terakhir, namun ketika itu secara mengejutkan mereka kalah oleh Athletic Bilbao yang menimbulkan gelar yang sudah hampir niscaya diraih, direbut oleh Barcelona.[9] Real Madrid kesannya berhasil memenangkan gelar La Liga pertama mereka pada isu terkini 1931—32. Real kemudian berhasil mempertahankan gelarnya pada tahun selanjutnya dan sukses menjadi klub Spanyol pertama yang menjuarai La Liga dua kali berturut-turut.

Pada 14 April 1931, kedatangan Republik Spanyol Kedua disebabkan klub kehilangan gelar Real dan kembali ke berjulukan Madrid Football Club. Sepak bola terus selama Perang Dunia Kedua, dan pada 13 Juni 1943, Madrid mengalahkan Barcelona 11-1 di leg kedua semi-final dari Copa del Generalísimo, Copa del Rey yang telah berganti nama untuk menghormati Jenderal Franco. Ia telah mengemukakan bahwa pemain Barcelona diintimidasi oleh polisi, termasuk oleh administrator keamanan negara yang "diduga menyampaikan kepada tim bahwa beberapa dari mereka hanya bermain lantaran kedermawanan rezim dalam memungkinkan mereka untuk tetap di negara ini." Ketua Barcelona, Enric Piñeyro, diserang oleh fans Madrid.

Santiago Bernabéu Yeste dan kesuksesan di Eropa (1945–1978)

Santiago Bernabéu Yeste terpilih menjadi presiden Real Madrid tahun 1943. Di bawah kepemimpinannya, Real Madrid kemudian berhasil membangun Stadion Santiago Bernabéu dan daerah berlatih klub di Ciudad Deportiva yang sebelumnya sempat rusak akhir Perang Saudara Spanyol. Pada 1953, Bernabeu kemudian mulai membangun tim dengan cara mendatangkan pemain-pemain asing, salah satunya yakni Alfredo Di Stéfano.


Pada tahun 1955, berdasar dari ilham yang diusulkan oleh jurnalis olahraga Perancis dan editor dari L'Equipe, Gabriel Hanot, Bernabéu, Bedrignan, dan Gusztáv Sebes membuat sebuah turnamen sepak bola percobaan dengan mengundang klub-klub terbaik dari seluruh daratan Eropa. Turnamen ini kemudian menjadi dasar dari Liga Champions UEFA yang berlangsung ketika ini.

Di bawah bimbingan Bernabéu, Real Madrid memantapkan dirinya sebagai kekuatan utama dalam sepak bola, baik di Spanyol maupun di Eropa. Real Madrid memenangkan Piala Eropa lima kali berturut-turut antara tahun 1956 dan 1960, di antaranya kemenangan 7–3 atas klub Jerman, Eintracht Frankfurt pada tahun 1960. Setelah kelima berturut-turut sukses, Real secara permanen diberikan piala orisinil turnamen dan mendapatkan hak untuk menggunakan lencana kehormatan UEFA.

Real Madrid kemudian memenangkan Piala Eropa untuk keenam kalinya pada tahun 1966 sesudah mengalahkan FK Partizan 2–1 pada pertandingan final dengan komposisi tim yang seluruhnya terdiri dari pemain berkebangsaan Spanyol, sekaligus menjadi pertama kalinya dalam sejarah pertandingan Eropa.[20] Tim ini kemudian dikenal lewat julukan "Ye-ye". Nama "Ye-ye" berasal dari "Yeah, yeah, yeah" chorus dalam lagu The Beatles berjudul "She Loves You" sesudah empat anggota tim berpose untuk harian Diario Marca mengenakan wig khas The Beatles. Generasi "Ye-ye" juga berhasil menjadi juara kedua Piala Champions pada tahun 1962 dan 1964.

Pada 1970-an, Real Madrid memenangi kejuaraan liga sebanyak 5 kali disertai 3 kali juara Piala Spanyol. Madrid kemudian bermain pada final Piala Winners UEFA pertamanya pada tahun 1971 dan kalah dengan skor 1–2 dari klub Inggris, Chelsea. Pada tanggal 2 Juli 1978, presiden klub Santiago Bernabéu meninggal ketika Piala Dunia FIFA sedang berlangsung di Argentina. FIFA kemudian menetapkan tiga hari berkabung untuk menghormati dirinya selama turnamen berlangsung. Tahun berikutnya, klub mengadakan Kejuaraan Trofi Santiago Bernabéu sebagai bentuk penghormatan pada mantan presidennya tersebut.

Quinta del Buitre dan ketujuh Piala Eropa (1980–2000)
Pada awal 1980-an, Real Madrid menyerupai kehilangan cengkeramannya di La Liga dan mereka membutuhkan waktu beberapa tahun untuk bisa kembali lagi menuju ke atas melalui tunjangan beberapa bintang baru. Keberhasilan para bintang gres tersebut kemudian disebut oleh jurnalis olahraga Spanyol sebagai masa generasi La Quinta del Buitre ("Lima Burung Nazar"), yang berasal dari nama el buitre ("burung nazar"), julukan yang diberikan kepada salah satu pemain Madrid ketika itu, Emilio Butragueño. Anggota lainnya yakni Manuel Sanchís, Rafael Martín Vázquez, Miguel Pardeza, dan Míchel. Dengan La Quinta del Buitre (kemudian berkurang menjadi empat anggota ketika Miguel Pardeza meninggalkan klub dan pindah ke Real Zaragoza pada 1986) dan pemain populer menyerupai penjaga gawang Francisco Buyo, bek kanan Miguel Porlán Chendo, dan penyerang Meksiko Hugo Sanchez, Real Madrid berhasil bangun dan mempunyai kekuatan terbaik di daratan Spanyol dan Eropa pada paruh kedua tahun 1980-an. Hasilnya juga cukup signifikan: mereka berhasil memenangkan dua Piala UEFA, lima gelar Liga Spanyol berturut-turut, satu Piala Spanyol, dan tiga Piala Super Spanyol. Pada awal 1990-an, La Quinta del Buitre resmi berpisah sesudah Rafael Martín Vázquez, Emilio Butragueno, dan Míchel meninggalkan klub.

Pada tahun 1996, Presiden Lorenzo Sanz menunjuk Fabio Capello sebagai pelatih. Meskipun masa jabatannya hanya berlangsung satu musim, Real Madrid berhasil menjadi juara La Liga lewat bantuan Roberto Carlos, Predrag Mijatović, Davor Šuker, dan Clarence Seedorf yang membantu para pemain lokal menyerupai Raul Gonzalez, Fernando Hierro, Iván Zamorano, dan Fernando Redondo. Real Madrid kemudian menambah amunisi dengan kedatangan Fernando Morientes pada tahun 1997. Penantian mereka selama 32 tahun untuk bisa berjaya lagi di Eropa kesannya berakhir pada tahun 1998 di bawah manajer Jupp Heynckes ketika berhasil lolos ke Final Liga Champions UEFA dan mengalahkan Juventus dengan skor 1–0 berkat gol dari Predrag Mijatović.

Era Los Galácticos (2000–2006)

Beckham dan Zidane dianggap "Galácticos".
Pada bulan Juli 2000, Florentino Pérez terpilih sebagai presiden klub. Dia berjanji dalam kampanyenya untuk menghapus utang klub sebesar 270 juta euro dan memodernisasi kemudahan klub. Namun, janji pemilu utama yang mendorong Pérez untuk kemenangan yakni penandatanganan Luís Figo. Tahun berikutnya, klub menerima daerah training yang rezoned dan menggunakan uang itu untuk memulai perakitan sisi Galáctico populer termasuk pemain menyerupai Zinedine Zidane, Ronaldo, Luís Figo, Roberto Carlos, Raúl, Fabio Cannavaro dan David Beckham. Hal ini diperdebatkan apakah berjudi terbayar, lantaran meskipun Liga Champions UEFA dan Piala Interkontinental menang pada tahun 2002, diikuti oleh Liga pada tahun 2003, klub gagal memenangkan trofi besar selama tiga isu terkini berikutnya. Pada isu terkini panas 2003, sesudah menangkap lain gelar La Liga, Florentino Pérez dan dewan direksi menolak untuk memperpanjang kontrak instruktur Vicente del Bosque dan sesudah perselisihan internal yang memaksa kapten Fernando Hierro meninggalkan klub. Mereka juga mengabaikan seruan Claude Makélélé perihal kontrak gres dengan honor yang lebih baik, sebagai imbalannya, Makélélé meminta seruan transfer, dan dipindahkan ke Chelsea.

Beberapa hari sesudah meraih gelar dari liga, dikelilingi dengan kontroversi. Pertama keputusan yang kontroversial tiba ketika Perez memecat instruktur Vicente del Bosque, sesudah administrator olahraga Real mengklaim bahwa del Bosque itu bukan orang yang sempurna untuk pekerjaan itu, mereka ingin seseorang muda untuk menggoyang tim. Atmosfer jelek berlanjut ketika legenda Real serta kapten Fernando Hierro meninggalkan klub sesudah perselisihan dengan manajemen, menyerupai yang dilakukan Steve McManaman. Namun, klub melaksanakan tur Asia di pra-musim dan memperkenalkan pemain gres David Beckham. Perez dan administrator menolak untuk memperbaharui kontrak Claude Makélélé dengan honor yang lebih baik, menjengkelkan Makélélé yang meminta transfer, kesannya pindah ke Chelsea Pada hari-hari terakhir jendela transfer, Fernando Morientes meninggalkan klub dipinjamkan ke Monaco. Real Madrid, yang gres mengangkat dengan instruktur Carlos Queiroz, mulai liga domestik mereka perlahan-lahan sesudah menang telak atas Real Betis.

Musim 2005-06 dimulai dengan janji beberapa pemain gres - Julio Baptista (€20 Juta), Robinho (€30 Juta) dan Sergio Ramos (€30 Juta - Melepas Klausul) - tetapi instruktur asal Portugal itu tidak sanggup menemukan formula yang sempurna di lapangan sebagai bentuk miskin Real Madrid melanjutkan, dengan tim memukul titik terendah sesudah kekalahan memalukan 0-3 di tangan Barcelona di Santiago Bernabéu. Luxemburgo kesannya akan mengundurkan diri dan penggantinya yakni Juan Ramón López Caro, secara resmi manajer Real Madrid Castilla. Sebuah untuk kembali membentuk tiba tiba berhenti sesudah kalah dalam leg pertama perempat final Copa del Rey, 6-1 untuk Real Zaragoza. Tak usang sesudah itu, Real Madrid tersingkir dari Liga Champions untuk isu terkini keempat berturut-turut, kali ini di tangan Arsenal. Pada tanggal 27 Februari 2006, Florentino Pérez mengundurkan diri.

Presiden gres Ramón Calderón (2006–2009)

Ramón Calderón terpilih sebagai presiden klub pada tanggal 2 Juli 2006 dan kemudian ditunjuk Fabio Capello sebagai instruktur gres dan Predrag Mijatović sebagai administrator olahraga baru. Real Madrid memenangkan gelar La Liga pada tahun 2007 untuk pertama kalinya dalam empat tahun namun Capello dipecat. Pada tanggal 9 Juni 2007, Real bermain melawan Zaragoza di La Romareda. Pertandingan turun ke awal yang jelek ketika Real Madrid dipaksa untuk mengubah lineup mereka beberapa menit sebelum dimulainya pertandingan ketika bek muda Miguel Torres merobek hamstring selama pemanasan. Zaragoza memimpin Real 2-1 menjelang final pertandingan sementara Barcelona juga menang melawan Espanyol 2-1. Tantangan gelar Real tampak akan berakhir. Namun, final equalizer Ruud van Nistelrooy diikuti dengan menit terakhir gol Raúl Tamudo melompat gelar Real Madrid berharap kembali menguntungkan mereka. Sevilla juga ditahan imbang 0-0 tandang melawan Mallorca, yang berarti bahwa kemenangan di sangkar melawan Mallorca efektif akan mengamankan Los Merengues meraih gelar 30 liga Spanyol mereka. Pada isu terkini 2007—2008, Real Madrid memenangkan liga domestik ke-31 kalinya di bawah asuhan instruktur Jerman, Bernd Schuster.

Gelar dimenangkan pada tanggal 17 Juni, Mallorca menghadapi Real di Bernabéu, sementara Barcelona dan Sevila, yang penantang gelar lainnya, menghadapi Gimnàstic de Tarragona dan Villarreal masing-masing. Pada babak pertama yakni 0-1, sedangkan Barcelona telah melonjak ke depan menjadi 0-3 memimpin di Tarragona, namun tiga gol di terakhir setengah-satu jam dijamin Real Madrid menang 3-1 dan gelar liga pertama mereka semenjak 2003. Gol pertama tiba dari Reyes yang mencetak gol sesudah kerja manis dari Higuaín. Sebuah gol bunuh diri diikuti oleh gol menyenangkan lain dari Reyes diperbolehkan Real untuk mulai merayakan gelar. Ribuan penggemar Real Madrid mulai pergi ke Plaza de Cibeles untuk merayakan gelar.

Periode kedua Pérez dan masa Mourinho (2009–2013)

Pada tanggal 1 Juni 2009, Florentino Pérez kembali menjadi presiden Real Madrid dan bertahan hingga ketika ini.[30][31] Pérez melanjutkan tradisinya mengontrak pemain bintang dengan membeli Kaká dari AC Milan[32] dan kemudian membeli Cristiano Ronaldo dari Manchester United yang memecahkan rekor transfer dengan harga 80 juta pound sterling.

José Mourinho mengambil alih sebagai manajer pada Mei 2010. Pada April 2011, insiden absurd terjadi, untuk pertama kalinya, empat Clásicos itu harus dimainkan dalam rentang delapan belas hari. Yang pertama yakni perlengkapan untuk pertandingan Liga pada tanggal 17 April (yang berakhir 1-1 dengan gol penalti untuk kedua belah pihak), Copa del Rey (yang berakhir 1-0 untuk Madrid), dan kontroversial leg kedua semifinal Liga Champions pada 27 April dan 2 Mei (3-1 kekalahan agregat) ke Barcelona.

Clasico pertama kali melihat Cristiano Ronaldo mendapatkan gol pertamanya melawan Barcelona lantaran penalti yang diberikan kepada Madrid sesudah pelanggaran ke Marcelo. Final Copa del Rey memberi Real Madrid gelar pertama di bawah Mourinho dengan sundulan Cristiano Ronaldo di perpanjangan waktu. Semifinal Liga Champions yakni mungkin yang paling kontroversial dari empat pertandingan, dengan pengusiran Pepe pada leg pertama di Santiago Bernabéu, sesudah diduga "tantangan berbahaya" untuk bek Barcelona Daniel Alves. Alves dilakukan dalam tandu "tidak sanggup berjalan", tapi sesudah Pepe ditunjukkan memerah, Alves tiba berlari kembali ke lapangan dalam hitungan detik. Setelah Pepe yang mengirimkan dari instruktur Jose Mourinho juga diusir, mendapatkan denda dan larangan lima pertandingan. Pertandingan ini sama juga kontroversial oleh gelandang Barcelona Sergio Busquets yang ditangkap pada video menyampaikan apa yang tampak menyerupai cercaan rasial seharusnya Madrid bek kiri Marcelo. Leg kedua tidak kontroversial sebagai yang pertama, dengan mungkin pengecualian tujuan dibatalkan untuk Gonzalo Higuaín, sesudah Cristiano Ronaldo dianggap telah mengotori Javier Mascherano sebagai akhir dari pelanggaran terhadap Ronaldo oleh Gerard Piqué.

Di La Liga isu terkini 2011-12, Real Madrid memenangkan liga, rekor waktu 32 dalam sejarah La Liga dan menuntaskan isu terkini dengan sejumlah catatan, termasuk 100 poin dalam satu musim, rekor 121 gol yang dicetak & selisih gol dari +89, dan 16 rekor menang tandang dan 32 secara keseluruhan menang. Di isu terkini yang sama, Cristiano Ronaldo menjadi pemain tercepat untuk mencapai 100 gol dalam sejarah Liga Spanyol. Dalam mencapai 101 gol dalam 92 pertandingan, Ronaldo melampaui legenda Real Madrid, Ferenc Puskás, yang mencetak 100 gol dalam 105 pertandingan. Ronaldo menetapkan tanda klub gres untuk tujuan individu mencetak gol dalam satu tahun (60), dan menjadi pemain pertama yang mencetak gol melawan semua 19 tim oposisi dalam satu musim.

Setelah mengecewakan menelan kekalahan oleh Atletico Madrid di Final Copa del Rey 2013, Florentino Perez mengumumkan kepergian Mourinho di final isu terkini dengan "kesepakatan bersama". Mourinho dianggap isu terkini 2012-13 sebagai "yang terburuk dalam karier saya", di mana tim selesai di semifinal Liga Champions, dan runner up di Copa del Rey. Mourinho kembali ke Liga Inggris dengan Chelsea, sebuah tim yang membawa Mourinho sukses dari 2004 hingga 2007

Era Ancelotti dan "La Décima" (2013–sekarang)

Pada 25 Juni 2013, Carlo Ancelotti menjadi manajer Real Madrid, berhasil menggantikan Mourinho, dengan menandatangani kontrak tiga tahun.[40][41] Sehari kemudian, ia diperkenalkan pada konferensi pers pertamanya untuk Madrid di mana ia mengumumkan bahwa Zinédine Zidane dan Paul Clement, keduanya akan menjadi asistennya. Pada 1 September 2013, transfer usang ditunggu-tunggu dari Gareth Bale diumumkan. Pemain Wales itu dilaporkan gres penandatanganan rekor dunia, dengan harga transfer diperkirakan sekitar €100 juta. Pada isu terkini pertama Ancelotti di klub, Real Madrid memenangkan Copa del Rey, dengan Bale mencetak kemenangan di final melawan Barcelona. Pada 24 Mei 2014, Real Madrid mengalahkan rival sekotanya Atlético Madrid di Final Liga Champions memenangkan gelar Eropa pertama mereka semenjak tahun 2002. dan mereka menjadi tim pertama yang memenangkan sepuluh Piala Eropa, sebuah prestasi yang dikenal sebagai "La Décima".

Dalam tahapan ini Real Madrid kembali menjadi panutan sepakbola dunia sesudah memenangkan tiga Piala Eropa. Ditahun 2014, meraih 'la Décima', dimana ditahun yang sama telah ditambah lagi dengan Piala Dunia Antar Klub. Ditahun 2016 tibalah 'la Undécima', dalam isu terkini kompetisi pertama Zidane sebagai pelatih. Musim kompetisi kedua instruktur Perancis tersebut sebagai manager merupakan isu terkini yang bersejarah dengan empat gelar : 'la Duodécima', Liga, Piala Dunia Antar Klub dan Piala Super Eropa.

Pada tahun-tahun pertama etape gres ini telah hadir di lemari tiga trofi yang rebut oleh Real Madrid besutan José Mourinho. Yang paling banyak menerima sorotan yakni gelar La Liga 2011-12, yang dilakukan dengan membuat rekor 100 poin, angka terbanyak yang dicapai hingga ketika itu dalam sejarah kompetisi ini, dan 121 gol. Lagi pula berhasil mengangkat Piala Raja berhadapan dengan Barcelona dan Piala Super Spanyol.

Dibulan Juni 2013, Carlo Ancelotti telah tiba di Real Madrid. Manajer asal Italia tersebut bisa meraih empat gelar bersama skuad blanco. Yang pertama yakni Piala Raja yang kesembilanbelas, dengan mengalahkan Barcelona di final. Pada tanggal 24 Mei 2014 los blancos kembali berhasil mengangkat Piala Eropa. Dengan kemenangan 4-1 atas Atlético mereka berhasil memboyong la Décima. Ramos, Bale, Marcelo dan Cristiano telah memastikan kemenangan itu.

Pada isu terkini kedua Ancelotti direbut dua gelar baru: Piala Super Eropa melawan Sevilla dan Piala Dunia Antarklub pertama Real Madrid atas San Lorenzo. Dengan cara ini, tahun 2014 ditutup dengan beberapa gelar dari Real Madrid. Pada Juni 2015, Rafa Benítez kembali ke klub dimana ia dibuat untuk memimpin skuat ´blanco´. Pada 2016, Zidane menjadi instruktur tim utama sesudah melewati perjalanan karir legenda sebagai pemain. Musim pertamanya ditutup dengan merebut gelar ´Undécima´ ketika unggul melawan Atletico di Milan.

Musim kompetisi kedua instruktur asal Perancis tersebut merupakan isu terkini yang penuh dengan gelar-gelar. Real Madrid telah memenangkan 'La Duodécima', dan menjadi tim pertama yang bisa mempertahankan gelar diperiode Champions. Bersama dengan gelar juara kompetisi Eropa itu, juga telah dimenangkan Liga 2016-17, Piala Super Eropa yang ketiga dan Piala Dunia Antar Klub, yang telah digelar di Jepang. Musim 2017-18 dimulai dengan mengangkat satu Piala Super Eropa sesudah unggul atas Manchester United di Skopje (Makedonia) dan dengan Piala Super Spanyol yang kesepuluh.



Sumber : Wikipedia dan Web Resmi Real Madrid